
Pemain sepak bola asal Thailand, Elias Dolah, melontarkan makian kepada wasit Ahrol Risqullaev setelah Timnas Indonesia memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.
Kekecewaan tersebut disampaikan Dolah melalui akun Instagram pribadinya sesaat setelah pertandingan final berakhir. Mantan pemain Bali United ini memberikan ucapan selamat kepada skuad Garuda sekaligus meluapkan kemarahannya terhadap keputusan pengadil lapangan asal Uzbekistan tersebut.
Dalam unggahannya, Dolah menuliskan bahwa timnas Thailand tetap patut berbangga atas performa mereka di lapangan. Meski demikian, ia secara terbuka menyebut wasit sebagai pihak yang merugikan dengan menggunakan kata-kata kasar.
Laga puncak tersebut memang berlangsung dengan tensi yang sangat tinggi sejak menit awal hingga babak tambahan waktu berakhir. Kedua tim bermain imbang dengan skor 2-2 selama 120 menit sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.
Situasi sempat memanas bagi kubu Thailand saat pemain mereka, Nicholas Mickelson, menerima kartu kuning kedua pada menit ke-81. Wasit mengusir bek yang bermain di Bundesliga tersebut setelah melakukan pelanggaran keras terhadap striker Indonesia, Ole Romeny.
Meskipun tampil dengan sepuluh orang, skuad Gajah Perang sempat unggul 2-1 melalui gol Peeradol Chamrasamee pada menit ke-110. Keunggulan tersebut tidak bertahan lama karena Elkan Baggott berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 sesaat sebelum laga berakhir.
Drama adu penalti akhirnya mengantarkan Indonesia meraih trofi juara setelah menang dengan skor 4-2. Penjaga gawang Emil Audero menjadi pahlawan dengan menepis tendangan Nattapong Sayriya, sementara sepakan Sarach Yooyen hanya mengenai tiang gawang.
Hingga saat ini, tidak ada penjelasan spesifik mengenai insiden atau keputusan wasit mana yang memicu kemarahan Elias Dolah. Perlu diketahui bahwa Dolah sendiri tidak masuk dalam daftar susunan pemain Thailand untuk kompetisi FIFA ASEAN Cup 2026 ini.
Pengalaman Dolah berkarier di Liga Indonesia bersama Bali United mungkin menjadi alasan mengapa ia tetap memantau perkembangan sepak bola tanah air. Komentar tersebut kini memicu diskusi hangat di kalangan penggemar sepak bola kawasan Asia Tenggara terkait kepemimpinan wasit dalam laga final tersebut.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor