Fiorentina Pecat Fabio Grosso, Thiago Motta Muncul Jadi Kandidat Utama

Manajemen Fiorentina resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Fabio Grosso setelah awal musim yang mengecewakan di Serie A 2026/2027.
Keputusan tersebut diambil menyusul tiga kekalahan beruntun yang diderita tim. Rentetan hasil buruk ini membuat La Viola terpuruk di papan bawah klasemen sementara.
Grosso tercatat hanya mendampingi tim dalam tiga pertandingan. Selama periode singkat tersebut, klub hanya mampu mencetak satu gol dan harus menerima kenyataan pahit kebobolan sebanyak sembilan kali.
Kekalahan 1-2 dari Torino di Stadio Artemio Franchi pada Sabtu lalu menjadi titik balik yang memicu manajemen melakukan evaluasi cepat. Kekalahan kandang ini dianggap sebagai puncak dari performa lini belakang yang sangat rapuh.
Kini, perhatian tertuju pada sosok pengganti yang diharapkan mampu memperbaiki stabilitas tim. Nama Thiago Motta mencuat sebagai kandidat paling kuat untuk menduduki kursi kepelatihan yang baru saja ditinggalkan.
Laporan dari media Italia seperti Passione Fiorentina dan Sportitalia mengisyaratkan negosiasi antara kedua pihak sedang berjalan intensif. Motta saat ini memang tengah berstatus tanpa klub setelah masa tugasnya di Juventus berakhir pada Maret 2025.
Menariknya, Motta kehilangan pekerjaan di Juventus justru setelah kekalahan telak 0-3 dari Fiorentina. Skenario ini memperlihatkan dinamika karier yang unik jika nantinya ia benar-benar menukangi klub tersebut.
Selain Motta, manajemen Fiorentina juga mempertimbangkan beberapa nama lain yang memiliki rekam jejak di klub. Paolo Vanoli dan Raffaele Palladino masuk dalam daftar pendek karena dianggap memahami karakter tim.
Vanoli memiliki rekam jejak positif setelah berhasil menyelamatkan Fiorentina dari zona degradasi pada November 2025 lalu. Pengalaman menangani situasi krisis menjadi nilai tambah bagi sang pelatih.
Di sisi lain, Motta tetap dianggap sebagai profil pelatih yang memiliki potensi untuk proyek jangka panjang jika berkaca pada pencapaiannya bersama Bologna. Ia pernah membawa Bologna finis di posisi kelima klasemen.
Keputusan akhir akan diambil dalam waktu dekat oleh petinggi klub. Fiorentina sangat membutuhkan sosok pemimpin yang mampu membangkitkan mentalitas pemain dan menghentikan tren negatif yang sedang berlangsung di Serie A.
Sebagai informasi, Serie A adalah liga sepak bola kasta tertinggi di Italia yang dikenal memiliki persaingan sangat ketat antar klub. Kegagalan di awal musim seringkali memicu perombakan manajemen tim demi menyelamatkan target poin di akhir kompetisi.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor








