Gerakan Audit Sekolah di India Mulai Menghadapi Tekanan Pemerintah

Sebuah gerakan audit sekolah yang dipelopori oleh kelompok mahasiswa di India kini mulai menghadapi perlawanan sengit dari otoritas setempat. Aksi sukarela yang awalnya mendapat dukungan luas dari publik ini dinilai mulai mengganggu ketertiban operasional lembaga pendidikan.
Kelompok mahasiswa yang menamakan diri mereka Cockroach Janta Party (CJP) ini mulai dikenal secara nasional sejak Mei lalu setelah memimpin demonstrasi berminggu-minggu. Nama unik tersebut dipilih sebagai sindiran moral terhadap buruknya transparansi sistem birokrasi pendidikan di negara itu. Aksi protes besar-besaran mereka dipicu oleh skandal kebocoran ujian masuk perguruan tinggi yang sangat kompetitif.
Tekanan politik yang begitu kuat dari gelombang protes mahasiswa tersebut akhirnya memaksa Menteri Pendidikan India, Dharmendra Pradhan, mengundurkan diri pada Juli lalu.
Kini, CJP mengalihkan fokus perjuangan mereka langsung ke sekolah-sekolah negeri di India. Mereka mengerahkan sukarelawan untuk mendatangi ruang kelas, mendokumentasikan fasilitas yang rusak, dan menuntut perbaikan segera dari pemerintah.
Kampanye pengawasan ini diluncurkan bertepatan dengan Hari Kemerdekaan India pada 15 Agustus lalu. CJP mengajak orang tua murid, siswa, serta masyarakat umum untuk memeriksa langsung fasilitas dasar seperti toilet, ketersediaan air minum, listrik, kondisi meja kursi, hingga kekuatan bangunan sekolah. Data lapangan yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk mendesak dinas terkait agar segera melakukan renovasi.
-af2f7.webp)












