Harga Samsung Odyssey G9 Anjlok ke Level Terendah, Diskon Jadi Rp10 Jutaan

Monitor super ultrawide Samsung Odyssey G9 kini mencatatkan rekor harga terendah di pasar global melalui platform Amazon.
Perangkat layar berukuran jumbo ini dibanderol seharga USD 649,99 atau setara dengan Rp10,2 juta, turun drastis dari harga retail aslinya yang mencapai USD 999,99 atau sekitar Rp15,7 juta. Penawaran ini memberikan potongan harga sebesar 35 persen bagi calon pembeli.
Bagi para pekerja kreatif maupun pemain gim, monitor lebar memang menjadi primadona karena mampu menggantikan fungsi dua layar terpisah sekaligus. Samsung Odyssey G9 memiliki bentang layar 49 inci dengan aspek rasio 32:9 yang menawarkan ruang kerja sangat luas.
Resolusi yang ditawarkan mencapai Dual QHD sebesar 5120 x 1440 piksel. Ukuran ini setara dengan menggabungkan dua monitor 27 inci beresolusi QHD yang diletakkan bersandingan di atas meja kerja.
Layar ini dirancang dengan kelengkungan 1000R yang mengikuti lekukan alami mata manusia. Desain tersebut memberikan pengalaman visual imersif terutama saat pengguna menjalankan simulasi balap atau gim dengan ritme cepat.
Keunggulan teknis lainnya mencakup kecepatan penyegaran layar atau refresh rate sebesar 144Hz dan waktu respons 1 milidetik. Fitur ini krusial untuk mencegah efek bayangan pada gambar saat pergerakan objek di layar terjadi secara cepat.
Dukungan teknologi AMD FreeSync Premium Pro juga disematkan agar sinkronisasi antara kartu grafis dan monitor tetap mulus tanpa gangguan visual. Selain itu, perangkat ini telah mengantongi sertifikasi HDR600 yang membuat kontras warna dan tingkat kecerahan lebih realistis.
Konektivitas yang disediakan tergolong lengkap, mulai dari port HDMI, DisplayPort, hingga USB untuk mengakomodasi berbagai periferal tambahan. Samsung juga menyertakan dudukan ergonomis yang dapat disesuaikan tinggi serta sudut kemiringannya untuk kenyamanan pengguna.
Melihat antusiasme pasar, monitor ini mendapatkan penilaian yang cukup memuaskan di Amazon dengan rata-rata 4,4 bintang. Angka ini mencerminkan kepuasan konsumen terhadap performa layar yang masif bagi produktivitas maupun kebutuhan hiburan digital.
Bagi konsumen di Indonesia, penurunan harga ini dapat menjadi referensi perbandingan jika berencana membeli monitor kelas atas melalui layanan impor atau toko daring internasional. Perlu diingat bahwa biaya pengiriman dan pajak masuk barang elektronik akan mempengaruhi total harga akhir yang dibayarkan saat produk sampai di tanah air.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor












