Harry Kane Cetak Sejarah, Masuk Klub Eksklusif Legenda Timnas Inggris

Harry Kane kembali menuliskan namanya dalam buku sejarah sepak bola Inggris sebagai anggota baru klub eksklusif yang telah bertahan selama 78 tahun. Penyerang Bayern Munchen ini berhasil menyamai pencapaian langka dengan mencetak gol dalam enam pertandingan tandang kompetitif secara beruntun bagi The Three Lions.
Catatan impresif ini diraih Kane setelah ia tampil gemilang melawan Kroasia di Stadion Rujevica, Rijeka. Dalam laga tersebut, pemain berusia 33 tahun itu menyumbangkan dua gol, yang sekaligus membawa koleksi gol internasionalnya menjadi 89.
Sebelum Kane, hanya ada tiga legenda yang pernah menorehkan prestasi serupa dalam sejarah panjang Timnas Inggris. Mereka adalah James Windridge yang mencapainya pada tahun 1908, serta Tom Finney dan Stan Mortensen yang membukukan rekor tersebut antara tahun 1946 hingga 1948.
Rangkaian gol tandang Kane dimulai saat ia mencetak gol kemenangan melawan Andorra dalam kualifikasi Piala Dunia pada Juni 2025. Performa tajamnya berlanjut sepanjang musim gugur tahun lalu ketika ia menjebol gawang Serbia, Latvia, dan Albania di markas lawan.
Setelah sempat absen dalam daftar catatan tandang akibat laga Piala Dunia 2026 yang dikategorikan sebagai pertandingan netral, Kane kembali mencetak gol saat Inggris bertandang ke markas Republik Ceko. Momentum positif ini membawanya sejajar dengan para pemain besar era lampau.
Kini, Kane memiliki ambisi besar untuk melampaui rekor tersebut dengan membidik rekor tujuh pertandingan tandang beruntun milik Tom Finney. Kesempatan itu akan tiba ketika Inggris menantang Spanyol di Stadion Metropolitano, Madrid, pada 15 November mendatang.
Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi dan kualitas kepemimpinan kaptennya tersebut. Menurut Tuchel, Kane merupakan paket lengkap yang sulit digantikan oleh pemain manapun di masa depan.
"Kami tidak akan mendapatkan Harry Kane yang lain, dia adalah pemain yang selalu mendorong rekan setimnya dengan pola pikir juara," ujar Tuchel. Sang pelatih menambahkan bahwa meskipun tim harus mencari solusi untuk masa depan, sosok Kane tetap tidak memiliki duplikat dalam sepak bola Inggris.
Selain ketajaman di depan gawang, Kane saat ini juga tengah mendekati rekor penampilan terbanyak atau caps bersama tim nasional. Namanya pun masuk dalam daftar kandidat peraih Ballon d'Or tahun ini berkat konsistensi yang ia tunjukkan di level klub maupun internasional.
Pencapaian ini sekaligus menjadi pembuktian mentalitas Kane setelah sempat mengalami kegagalan eksekusi penalti saat berhadapan dengan Spanyol. Ia berhasil bangkit dan merespons kritik di lapangan dengan performa produktif yang konsisten bagi skuad asuhan Tuchel.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor











