Hiu Sepanjang 3,5 Meter Masuk ke Kanal Kota Busan, Warga Berkerumun

Seekor hiu jenis bronze whaler berukuran 3,5 meter ditemukan terjebak di jalur kanal tengah Kota Busan, Korea Selatan, sejak 18 September 2026.
Keberadaan predator laut di kawasan urban ini memicu perhatian luas dari masyarakat setempat. Warga bahkan menjuluki hiu tersebut dengan nama Bukang-i, sebuah lakuran dari Busan dan sangeo yang berarti hiu dalam bahasa Korea.
Fenomena unik ini menjadi sorotan media internasional, termasuk The Guardian, setelah video hiu tersebut viral di berbagai platform media sosial. Kehadiran Bukang-i yang populer di dunia maya membuat banyak warga berbondong-bondong mendatangi area tepi kanal untuk melihat langsung sang predator.
Meskipun antusiasme publik sangat tinggi, pemerintah Kota Busan hingga kini belum merilis angka resmi mengenai jumlah warga yang datang ke lokasi. Pihak otoritas menyatakan bahwa data tersebut masih dalam tahap verifikasi.
Spesies bronze whaler, atau sering disebut sebagai copper shark, secara alami memang memiliki habitat di perairan dangkal dan wilayah pesisir. Karakteristik biologis ini memudahkan mereka mendekati garis pantai, bahkan tidak jarang masuk ke muara atau kanal air yang terkoneksi langsung dengan laut lepas.
Petugas di lapangan telah berusaha menggiring hiu itu agar segera kembali ke laut lepas menggunakan bantuan perahu. Namun, upaya tersebut menemui kendala karena Bukang-i kerap berbalik arah dan memilih kembali masuk ke area kanal yang sempit.
Proses evakuasi dilakukan dengan tingkat kehati-hatian tinggi demi menjaga keselamatan predator itu sendiri serta warga di sekitarnya. Ukuran tubuh yang masif membuat petugas harus mengatur strategi agar hiu tidak merasa terancam dan justru berperilaku agresif di dalam kanal.
Pemerintah kota pun mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat tidak mendekat atau mencoba menyentuh hiu tersebut. Memberi makan predator laut di area publik juga dilarang keras untuk menghindari risiko cedera yang tidak diinginkan.
Kejadian ini memberikan tantangan tersendiri bagi pengelolaan ruang publik di kawasan pesisir Korea Selatan. Fenomena hiu yang masuk ke kanal kota sebenarnya jarang terjadi, namun pola arus laut atau pencarian mangsa bisa menjadi pemicu utama masuknya hewan laut ke wilayah permukiman padat penduduk.
Sebagai informasi, kanal di Kota Busan memiliki akses langsung ke perairan laut yang memang menjadi jalur migrasi berbagai spesies ikan besar. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap satwa liar yang mungkin masuk ke ruang hidup manusia saat kondisi ekosistem laut mengalami perubahan.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor








