Instinct Hadirkan Agen AI ke Chat Grup, Tetap Bisa Diakses Tanpa Akun

Instinct, perusahaan rintisan di balik agen kecerdasan buatan atau AI yang kini memiliki valuasi mencapai USD 10 miliar (sekitar Rp156 triliun), resmi memperluas jangkauan layanannya.
Perusahaan tersebut mengumumkan bahwa pengguna kini dapat menyertakan agen AI mereka ke dalam percakapan grup bersama teman. Fitur ini dirancang untuk mempermudah koordinasi kegiatan kelompok, seperti perencanaan perjalanan, pembelian tiket acara, hingga pembagian tugas dalam kegiatan sosial.
Keunggulan utama dari fitur baru ini terletak pada aksesibilitasnya yang fleksibel. Pengguna dapat berinteraksi dengan agen AI tersebut meskipun rekan dalam grup chat belum memiliki atau mendaftarkan akun di platform Instinct.
Langkah ini menempatkan Instinct selangkah lebih maju dalam persaingan ketat pasar AI konsumen. Mereka berupaya mengungguli kompetitor besar seperti Muse, yang hingga saat ini belum menawarkan fungsionalitas serupa pada platform mereka.
Persaingan di sektor ini memang sangat dinamis dalam beberapa pekan terakhir. Instinct dan Muse kini saling beradu kecepatan dengan menambahkan fitur panggilan telepon langsung melalui agen AI masing-masing guna memikat pengguna.
OpenAI juga tercatat tengah gencar mengembangkan teknologi serupa melalui ChatGPT Dots. Mereka memperkenalkan ruang kerja kolaboratif yang memungkinkan agen AI pribadi berinteraksi langsung dengan manusia dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
Menanggapi kekhawatiran mengenai privasi, pendiri Instinct, Noah Shinn, memberikan klarifikasi teknis melalui media sosial X. Ia menegaskan bahwa setiap agen pribadi akan meminta izin pengguna sebelum menghubungkan data mereka dengan agen AI dalam grup chat.
Pengguna memiliki kendali penuh atas privasi mereka. Mereka dapat menentukan grup mana saja yang dianggap aman serta mencabut akses tersebut kapan pun jika dirasa perlu.
Sistem keamanan Instinct juga dipastikan terpisah secara ketat antara akun pribadi dan agen yang ada di dalam grup. Data pribadi pengguna tidak akan diakses oleh agen grup tanpa persetujuan eksplisit melalui instruksi langsung.
Bahkan, jika ada anggota baru yang bergabung ke dalam grup, sistem secara otomatis menahan balasan dari agen pribadi. Hal ini dilakukan guna menjaga kerahasiaan informasi sebelum ada verifikasi lebih lanjut dari pemilik akun.
Shinn menilai bahwa proses perencanaan kegiatan bersama teman sering kali terhambat oleh koordinasi yang bertele-tele. Kehadiran AI diharapkan mampu memangkas waktu tunggu dengan menyajikan opsi rencana yang bisa disepakati secara kolektif di satu ruang percakapan.
Saat ini, fitur tersebut masih dalam tahap awal dan hanya tersedia bagi pengguna dengan akses prioritas. Perusahaan menjanjikan perluasan akses ke seluruh pengguna dalam waktu dekat melalui permintaan langsung kepada agen AI masing-masing.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)








