Jepang Timur Diterjang Banjir Tak Terduga, Korban Jiwa Meningkat

Banjir yang belum pernah terjadi sebelumnya telah melanda Jepang bagian timur, khususnya Prefektur Chiba, mengakibatkan setidaknya sembilan orang meninggal dunia. Curah hujan ekstrem ini dilaporkan sebagai yang terparah dalam beberapa dekade terakhir, memicu peringatan serius dari otoritas setempat.
Hingga Sabtu (15/8), Kantor Penanggulangan Bencana Prefektur Chiba mengonfirmasi delapan korban jiwa, dengan total sembilan orang dilaporkan meninggal akibat hujan deras. Beberapa korban ditemukan terjebak di dalam kendaraan yang terendam air, sementara yang lain ditemukan di jalanan yang banjir.
Hujan deras mulai mengguyur sejak Kamis (13/8), memicu peringatan tanah longsor dan pemadaman listrik di berbagai wilayah. Badan prakirawan cuaca Jepang bahkan mengeluarkan peringatan hujan deras tingkat tertinggi untuk Chiba, yang pertama kali terjadi di wilayah tersebut.
Stasiun pemantau curah hujan di Chiba mencatat volume hujan mencapai 30 cm dalam rentang 24 jam. Kondisi ini menjadikan Agustus tahun ini sebagai bulan Agustus paling basah yang dialami Chiba dalam enam dekade terakhir.
Kementerian pertahanan Jepang melaporkan bahwa pada Jumat pagi, Chiba telah menerima curah hujan lebih dari tiga kali lipat rata-rata bulanan Agustus. Dampak banjir ini sangat parah, menyebabkan lebih dari 70 rumah rusak sebagian di seluruh wilayah tersebut.
Menurut laporan AFP, lebih dari seribu rumah tangga terdampak dan hampir 600 di antaranya terendam air hingga melampaui permukaan lantai. Seorang pejabat Badan Meteorologi Jepang dalam konferensi pers hari Kamis menggambarkan situasi ini sebagai “tingkat hujan deras yang belum pernah terjadi sebelumnya.”
Para ilmuwan menekankan bahwa aktivitas manusia dan perubahan iklim global berperan besar dalam meningkatkan frekuensi, durasi, dan intensitas cuaca ekstrem seperti banjir dahsyat di Jepang ini.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor















