Kondisi Keuangan AC Milan: Pendapatan Tembus Rp9,4 Triliun, Utang Melonjak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351094/original/086316900_1789639759-ramos.jpg)
AC Milan membukukan pendapatan sebesar 464,6 juta euro atau setara dengan Rp9,4 triliun pada musim 2025/2026. Angka fantastis tersebut mencerminkan kekuatan komersial klub di tengah tantangan performa di lapangan.
Meski mencatatkan pendapatan yang tinggi, klub yang berbasis di Italia ini harus menelan pil pahit dengan kerugian bersih sebesar 24 juta euro atau sekitar Rp485 miliar. Laporan keuangan tahun fiskal yang berakhir pada 30 Juni 2026 ini menunjukkan stabilitas sekaligus kerentanan posisi finansial klub.
Penurunan pendapatan sebesar enam persen dibandingkan musim sebelumnya menjadi catatan penting bagi manajemen. Kondisi ini dipicu langsung oleh absennya Rossoneri dari kompetisi Eropa musim lalu setelah hanya mampu finis di posisi kelima Serie A.
Sektor komersial menjadi penyelamat keuangan klub pada periode ini. Pendapatan dari kerja sama sponsor untuk kali pertama dalam sejarah klub menembus angka 100 juta euro atau sekitar Rp2 triliun.
Dukungan suporter di Stadion San Siro juga tetap konsisten sepanjang musim. AC Milan mencatat rata-rata kehadiran lebih dari 72.000 penonton setiap laga kandang, sebuah angka tertinggi di Serie A selama dua musim berturut-turut.
Nilai merek klub pun tercatat mengalami pertumbuhan signifikan. Berdasarkan data Brand Finance, nilai merek AC Milan mencapai 514 juta euro atau setara Rp10,4 triliun pada 2026, meningkat 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, tantangan besar muncul dari kenaikan utang finansial bersih klub. Utang Milan membengkak menjadi 145,3 juta euro atau sekitar Rp2,9 triliun dari 92 juta euro pada periode sebelumnya.
Manajemen menyatakan kenaikan utang ini berkaitan erat dengan penggunaan fasilitas kredit untuk mendukung investasi strategis. Salah satu fokus utama investasi tersebut adalah proyek pembangunan stadion baru di kawasan San Siro.
Pihak klub optimis bahwa pembangunan stadion baru merupakan langkah kunci untuk masa depan. Proyek ini diproyeksikan mampu membuka sumber pendapatan baru yang lebih berkelanjutan bagi klub di masa depan.
Investasi infrastruktur di Italia memang memerlukan modal besar karena kendala administratif dan tingginya biaya konstruksi. Pembangunan stadion baru diharapkan menjadi solusi bagi Milan agar tidak terus bergantung pada performa kompetitif di turnamen Eropa.
Dewan Direksi AC Milan kini telah menyetujui rancangan laporan keuangan tersebut. Dokumen itu nantinya akan diajukan kepada para pemegang saham untuk tinjauan lebih lanjut mengenai masa depan finansial klub.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361384/original/091034900_1790716812-inggris.jpg)







