Jika Kepercayaan Itu Ibarat Kaca, Mungkin Kita Harus Berhenti Memaksa Semuanya Kembali Utuh Seperti Semula

Rasanya seperti ada yang jatuh di dalam dada saat kamu menyadari bahwa orang yang paling kamu percaya, baru saja membuang semua usaha kerasmu hanya dalam hitungan detik.
Kamu tidak sendirian yang pernah merasakan sesak ini. Banyak dari kita pernah berada di posisi di mana kita sudah memberikan segalanya, membangun jembatan perlahan, lalu melihat jembatan itu dibakar habis oleh seseorang yang bahkan tidak merasa bersalah.
Kamu Nggak Salah, Kok
Kamu mungkin merasa bodoh karena pernah percaya begitu saja. Padahal, memberi kepercayaan adalah bentuk keberanian paling murni yang bisa seseorang lakukan.
Masalahnya, dunia tidak selalu adil dan orang yang kita pilih tidak selalu punya integritas yang sama dengan kita. Dia yang menghancurkan kepercayaanmu dalam hitungan detik itu bukan cerminan dari seberapa berharganya dirimu, tapi cerminan dari kedangkalan dia dalam menghargai sebuah proses.
Sulit Untuk Percaya Lagi
Memberi kepercayaan pada orang baru itu seperti mencoba berjalan di atas air. Kamu harus ekstra hati-hati karena kamu tahu betapa dalamnya rasa sakit saat kamu jatuh tenggelam oleh pengkhianatan di masa lalu.
Wajar sekali jika kamu sekarang lebih menutup diri dan sering curiga. Itu bukan karena kamu berubah menjadi orang jahat, tapi karena kamu sedang melindungi bagian dirimu yang paling rapuh dari kehancuran yang serupa.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor











