Joshua Baker Pilih Timnas Indonesia U-20 Usai Dipanggil Hong Kong Senior

Gelandang muda berbakat Joshua Baker memutuskan untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-20 meskipun sempat mendapatkan panggilan dari tim nasional senior Hong Kong. Pemain yang baru menginjak usia 17 tahun ini bergabung dalam agenda latihan skuad Garuda Muda di China sebagai bagian dari persiapan menuju turnamen internasional mendatang.
Keputusan Joshua ini menarik perhatian publik sepak bola tanah air karena ia berpeluang besar mengikuti jejak sang kakak, Mitchell Baker, yang sudah lebih dulu mengenakan seragam Merah Putih.
Sebelumnya, nama Joshua masuk ke dalam daftar panggil tim nasional senior Hong Kong untuk menghadapi ajang FIFA ASEAN Challenge Cup 2026. Kompetisi tersebut dijadwalkan berlangsung pada akhir September hingga awal Oktober 2026 sebagai ajang uji coba resmi di kawasan Asia Tenggara. Namun, namanya tidak tercantum dalam daftar final pemain yang dibawa oleh pelatih Hong Kong untuk turnamen tersebut.
Meskipun gagal menembus skuad senior Hong Kong pada kesempatan itu, Joshua memiliki rekam jejak yang cukup mentereng di level junior. Ia tercatat pernah memperkuat tim nasional Hong Kong di berbagai kategori umur, mulai dari U-17, U-20, hingga tim U-23.
Pengalaman internasional ini menjadi modal berharga bagi sang pemain saat memutuskan mencoba peruntungannya bersama Indonesia.
Selama periode September hingga Oktober 2026, Joshua terpantau aktif mengikuti sesi latihan intensif di bawah arahan pelatih Nova Arianto di China. Ia bahkan langsung diturunkan dalam dua pertandingan uji coba melawan tim nasional China U-20 untuk mengukur kemampuannya beradaptasi dengan taktik tim. Meskipun Indonesia harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor tipis 0,1 dan 1,2, penampilan Joshua memberikan harapan baru bagi kedalaman lini tengah Garuda Muda.
Langkah Joshua untuk bergabung dengan tim nasional Indonesia didasari oleh latar belakang keluarganya yang memiliki ikatan kuat dengan tanah air. Ia dan kakaknya memiliki darah keturunan Indonesia yang berasal dari sang ibu, Maureen Lee Baker.
Kehadiran Joshua di tengah skuad asuhan Nova Arianto kembali memicu diskusi mengenai program penjaringan pemain diaspora yang sedang dilakukan oleh PSSI.
Federasi sepak bola Indonesia terus berupaya mengumpulkan bakat muda terbaik untuk meningkatkan level kompetitif tim nasional. Keterlibatan Joshua dalam pemusatan latihan kali ini dipandang sebagai fase awal untuk melihat sejauh mana kecocokan gaya bermainnya dengan filosofi sepak bola nasional. Status Joshua yang masih sangat muda memungkinkan dirinya untuk terus berkembang menjadi aset jangka panjang bagi masa depan lini tengah Indonesia.
Fokus utama tim nasional Indonesia U-20 saat ini adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin guna menghadapi putaran final Piala Asia U-20 2027. Kejuaraan bergengsi antar pemain muda se-Asia tersebut rencananya akan digelar di China mulai 24 Maret sampai 10 April 2027.
Turnamen ini menjadi sangat menentukan karena sering kali menjadi gerbang utama bagi negara-negara Asia untuk memperebutkan tiket menuju Piala Dunia U-20.
Berdasarkan hasil undian yang telah dilakukan, Indonesia menempati pot 3 dalam pembagian grup bersama Thailand, Tajikistan, dan Oman. Posisi ini memastikan bahwa skuad Garuda Muda tidak akan bertemu dengan ketiga negara tersebut pada fase awal penyisihan grup. Situasi ini memberikan tantangan sekaligus peluang bagi staf pelatih untuk menyusun strategi yang tepat menghadapi lawan dari pot lain.
Tantangan besar sudah menanti di depan mata mengingat pot 1 dihuni oleh kekuatan utama sepak bola Asia seperti tuan rumah China, Korea Selatan, Jepang, dan Arab Saudi. Keempat negara ini secara konsisten selalu menjadi unggulan utama dalam setiap turnamen kategori umur di tingkat benua.
Persaingan di pot 2 juga sama beratnya karena diisi oleh tim-tim tangguh seperti Uzbekistan, Iran, Irak, dan Yordania.
Melengkapi daftar peserta, pot 4 dihuni oleh India, Korea Utara, Malaysia, dan Lebanon yang siap memberikan perlawanan bagi tim-tim besar. Dengan komposisi ini, Indonesia harus bersiap menghadapi pertarungan fisik dan taktik yang melelahkan sejak hari pertama turnamen dimulai. Nova Arianto dituntut mampu meramu pemain lokal dan diaspora menjadi satu kesatuan yang solid demi mencapai target yang telah ditetapkan oleh federasi.
Meskipun Joshua sudah mengikuti pemusatan latihan, kepastian dirinya untuk membela Indonesia di turnamen resmi masih menunggu proses administrasi dan evaluasi teknis lebih lanjut. Kehadirannya diharapkan bisa memberikan warna baru dalam transisi permainan tim dari bertahan ke menyerang.
Dukungan dari masyarakat sepak bola Indonesia akan menjadi faktor tambahan bagi Joshua dalam menentukan masa depan karier internasionalnya.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor











