Kabut Asap Oranye Selimuti Palangka Raya, Kualitas Udara Masuk Level Berbahaya

Kota Palangka Raya di Kalimantan kini terperangkap dalam kepungan kabut asap pekat berwarna oranye yang menyelimuti seluruh penjuru wilayah. Fenomena ini memaksa warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan demi menjaga keselamatan pernapasan mereka.
Data dari kementerian lingkungan hidup menunjukkan indeks standar pencemar udara atau ISPU di wilayah tersebut telah menembus angka 1.200. Angka ini tercatat empat kali lebih tinggi dibandingkan ambang batas kategori berbahaya yang berada di titik 300.
Kesaksian warga setempat terekam dalam sejumlah video yang tersebar luas di media sosial, memperlihatkan betapa pekatnya udara hingga jarak pandang menjadi sangat terbatas. Asap tebal tersebut merupakan dampak langsung dari kebakaran hutan dan lahan yang terus merembet di sekitar kawasan Kalimantan.
Krisis kualitas udara ini tidak hanya membatasi ruang gerak penduduk lokal, tetapi juga mulai meluas melintasi batas negara. Jutaan masyarakat di Indonesia, Singapura, dan Malaysia kini harus menghirup udara beracun akibat pergerakan asap lintas batas ini.
Otoritas terkait menuding praktik pembukaan lahan dengan metode bakar sebagai penyebab utama yang memperburuk intensitas kabut asap. Metode ini merupakan teknik pembersihan lahan pertanian dengan cara membakar vegetasi secara sengaja untuk efisiensi biaya yang seringkali lepas kendali.
Dampak lingkungan dari kebakaran ini semakin meresahkan karena mengancam ekosistem yang rapuh di Kalimantan. Satwa liar seperti orangutan kehilangan habitat alaminya dan seringkali terpaksa dievakuasi oleh tim penyelamat saat api mendekati titik perlindungan mereka.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor









