Dodi menegaskan bahwa kliennya bukannya enggan bersikap tegas, melainkan sedang menunggu waktu yang dinilai tepat untuk melangkah. Beban mental keluarga menjadi prioritas utama yang dipikirkan Ariestya sebelum memutuskan langkah hukum perceraian.
Dalam keterangan lebih lanjut, Ariestya menyebutkan bahwa sang istri sempat menyampaikan permohonan maaf pascakejadian. Namun, ia menilai sikap tersebut tidak tulus karena EF kembali menunjukkan sifat yang menurutnya arogan.
Hingga saat ini, pihak pria berinisial M belum menunjukkan itikad baik atau membuka komunikasi dengan pihak Ariestya. Menanggapi hal tersebut, pihak Ariestya memilih tidak lagi memusingkan hubungan di antara keduanya.
Mereka kini sepenuhnya berfokus pada penanganan alat bukti yang telah diserahkan kepada pihak penyidik kepolisian. Rekaman video tersebut menjadi salah satu bukti kunci yang akan digunakan untuk memperkuat laporan hukum yang tengah berjalan.
Ariestya kembali menegaskan peringatannya bahwa ia siap membuka rekaman tersebut ke ruang publik sebagai bentuk desakan agar kasus ini segera menemui titik terang. Pihaknya berharap penyidik dapat menyelesaikan perkara ini dengan transparan sesuai koridor hukum yang berlaku.