Kegagalan Timnas Vietnam U-20 di Kualifikasi Piala Asia 2027 dan Evaluasi Ikeuchi

Pelatih timnas Vietnam U-20, Yutaka Ikeuchi, memberikan tanggapan resmi setelah anak asuhnya menelan tiga kekalahan beruntun dalam babak kualifikasi Piala Asia U-20 2027.
Hasil buruk tersebut menempatkan Vietnam sebagai salah satu tim dengan performa terendah di Grup C. Mereka terpaksa tersingkir dari kompetisi karena gagal bersaing dengan kontestan lain untuk memperebutkan tiket ke China.
Catatan statistik menunjukkan Vietnam tidak mampu meraih satu poin pun dari tiga pertandingan yang telah dimainkan. Mereka takluk 0-3 dari Korea Utara pada laga pembuka, kemudian kalah 1-2 dari Palestina, dan akhirnya menyerah 1-3 di tangan Iran pada partai penutup. Rentetan kekalahan ini memastikan posisi mereka berada di dasar klasemen akhir.
Kegagalan ini membawa konsekuensi serius bagi tim muda Vietnam. Mereka harus menerima kenyataan pahit berupa degradasi ke fase pengembangan, atau yang dikenal dengan istilah development phase. Di tingkat tersebut, mereka akan bersaing dengan negara-negara seperti Kepulauan Mariana Utara, Bhutan, Makau, Sri Lanka, serta Brunei Darussalam.
Ikeuchi mengakui tanggung jawab atas hasil mengecewakan yang menimpa tim arahannya tersebut. Ia menyatakan segera mengevaluasi seluruh aspek permainan sebagai bahan pelajaran untuk masa depan skuad asuhannya.
Menurut pelatih asal Jepang tersebut, ia belum menyusun rencana strategis lebih lanjut bagi tim muda Vietnam setelah kegagalan ini. Ia mengungkapkan rasa kecewanya karena generasi pemain ini dan kemungkinan generasi berikutnya tidak akan tampil pada putaran final Kejuaraan Asia U-20 mendatang.
Mengenai pertandingan terakhir melawan Iran, Ikeuchi menyoroti kegagalan pemain dalam menjaga momentum setelah sempat unggul terlebih dahulu. Tim sebenarnya mampu mencetak gol pada babak pertama, namun ketahanan fisik dan mental mereka runtuh saat memasuki babak kedua.
Pria yang menangani tim ini menilai kurangnya intensitas laga uji coba melawan tim-tim papan atas sebagai salah satu faktor utama yang menghambat perkembangan performa pemain di lapangan. Ia meyakini para pemain saat ini memiliki potensi serta talenta yang cukup besar.
Peningkatan kualitas individu para pemain sebenarnya dapat tercapai jika mereka mendapatkan lebih banyak kesempatan bertanding melawan lawan yang lebih kuat. Pengalaman di level kompetitif yang lebih tinggi dianggap menjadi kunci untuk mengasah kemampuan teknis serta kematangan strategi di level internasional.
Kini, publik sepak bola Vietnam menanti langkah konkret dari federasi terkait masa depan program usia muda. Fokus utama diharapkan tertuju pada perbaikan sistem kompetisi dan kurikulum pembinaan untuk meminimalisasi jurang kualitas antara pemain lokal dengan standar internasional.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor











