Kisah Tragis Imigran Afganistan yang Diamputasi Usai Dianiaya di Perbatasan Turki

Sejumlah imigran Afganistan mengalami amputasi kaki dan tangan setelah diduga disiksa oleh penjaga perbatasan Turki di tengah suhu membeku.
Para korban yang mencoba mencari suaka ke Eropa ini mengaku dipukuli, ditelanjangi, dan dibuang ke wilayah bersalju di dekat perbatasan Iran. Setidaknya 20 orang dari kelompok tersebut dilaporkan tewas membeku akibat cuaca ekstrem yang mencapai minus 15 derajat Celsius.
Sebanyak 11 dari 12 pemuda yang berhasil selamat kini harus kehilangan anggota tubuh mereka akibat radang dingin ekstrem atau frostbite, yaitu kondisi beku yang merusak jaringan kulit dan otot. Salah satu korban bernama Shahsawar yang baru berusia 21 tahun menceritakan kepedihannya saat terbangun di rumah sakit Kabul tanpa tangan dan kaki. Keputusan medis yang sulit tersebut terpaksa diambil demi mencegah penyebaran infeksi sistemik yang mengancam nyawa.










