Sejarah Keluarga Esposito di Timnas Italia, Pio dan Sebastiano Ukir Rekor Baru

Keluarga Esposito menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola Italia melalui penampilan Pio dan Sebastiano Esposito di ajang UEFA Nations League 2026/2027.
Keduanya resmi menjadi kakak-adik pertama yang tampil sebagai starter dalam satu pertandingan tim nasional Italia setelah penantian panjang selama 111 tahun. Mereka membantu Gli Azzurri meraih kemenangan meyakinkan 4-1 atas Turki pada Senin (28/9/2026).
Catatan historis ini menyamai capaian legendaris Aldo dan Luigi Cevenini yang terakhir kali melakukannya pada tahun 1915 silam. Momen tersebut terasa lebih emosional karena Sebastiano baru saja mencatatkan debut seniornya di panggung internasional, sementara Pio sudah lebih dulu menjadi langganan skuad asuhan pelatih timnas.
Bagi Pio yang kini berusia 21 tahun, bermain di samping saudaranya memberikan kebanggaan tersendiri yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Ia mengakui bahwa berbagi lapangan dalam laga resmi bersama keluarga adalah impian yang menjadi nyata.
Performa Pio dalam laga kontra Turki pun tergolong sangat gemilang di mata para pengamat. Ia berkontribusi nyata melalui satu assist untuk gol Michael Kayode dan menutupnya dengan sebuah sundulan akurat yang menggetarkan jala gawang lawan.
Torehan tersebut menjadi gol keenamnya dari 11 penampilan bersama tim senior Italia. Selepas pertandingan, Pio menyampaikan bahwa gol itu didedikasikan khusus untuk sang nenek yang sedang berjuang melawan kondisi kesehatan yang kurang baik.
Pencapaian keluarga Esposito ini semakin lengkap dengan keberadaan Salvatore Esposito yang terlebih dahulu menembus level senior pada 2022. Salvatore, yang kini merumput bersama Sampdoria di Serie B, adalah pemain pertama dari keluarga tersebut yang dipanggil memperkuat timnas Italia di bawah asuhan Roberto Mancini.
Keberhasilan mereka bertiga menembus level timnas mencatatkan rekor sebagai keluarga pertama yang memiliki tiga bersaudara dengan caps di tim senior. Dinamika persaudaraan dalam dunia sepak bola profesional seperti ini jarang terjadi, apalagi dengan ketiga pemain tersebut meniti karier di level tertinggi kompetisi Italia.
Kemenangan telak atas Turki juga memiliki nilai strategis bagi skuad asuhan pelatih Gli Azzurri dalam mengarungi kompetisi Nations League. Hasil ini sekaligus menjadi jawaban tegas setelah tim mengalami kekalahan pahit 0-2 dari Belgia pada laga sebelumnya.
Bagi penggemar sepak bola, kisah keluarga Esposito menjadi pengingat akan pentingnya dedikasi dan bakat yang mengalir dalam satu garis keturunan. Mereka kini tidak hanya sekadar bermain untuk klub masing-masing, tetapi juga menjadi tulang punggung bagi masa depan Italia di kancah sepak bola internasional yang sangat kompetitif.
Kehadiran mereka di lapangan diharapkan dapat menjaga stabilitas performa tim ke depannya. Para pendukung Italia tentu menantikan aksi lanjutan dari kakak-adik ini dalam jadwal pertandingan internasional yang akan datang.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor






:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351094/original/086316900_1789639759-ramos.jpg)






