Kroasia Hancur Lebur 0-7 Lawan Inggris, Luka Modric Merasa Sangat Malu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365050/original/000063300_1791098201-modric.jpg)
Timnas Kroasia baru saja menelan kekalahan paling memalukan dalam sejarah sepak bola negara mereka setelah takluk 0-7 dari Inggris di ajang UEFA Nations League.
Pertandingan yang berlangsung di Rijeka pada Sabtu malam WIB tersebut menjadi mimpi buruk bagi skuad asuhan Slaven Bilic. Inggris tampil dominan melalui dua gol Harry Kane dan dua gol dari Bukayo Saka, sementara tiga gol lainnya dicetak oleh Anthony Gordon, Jude Bellingham, serta Morgan Rogers.
Hasil ini mencatatkan rekor kekalahan terbesar bagi Kroasia sejak merdeka pada tahun 1991. Bagi pembaca yang belum familiar, UEFA Nations League merupakan turnamen sepak bola internasional antarnegara di Eropa yang menggantikan format pertandingan persahabatan, sehingga setiap hasil memiliki bobot poin yang besar bagi peringkat FIFA negara peserta.
Luka Modric, yang tampil sebagai starter dalam laga tersebut, tampak tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya di lapangan. Gelandang veteran berusia 41 tahun ini mengaku belum pernah merasakan perasaan memalukan seperti ini selama dua dekade berseragam tim nasional.
"Saya sudah bersama tim nasional selama 20 tahun dan ini pertama kalinya saya merasa malu setelah pertandingan," ujar Modric seusai laga.
Ia menekankan bahwa timnya siap menerima kekalahan jika lawan memang bermain lebih baik, namun cara bermain timnya dalam laga ini dianggap merusak reputasi yang telah dibangun bertahun-tahun. Kebanggaan sebagai salah satu kekuatan besar sepak bola Eropa kini dipertanyakan setelah Kroasia kebobolan 12 gol dalam tiga pertandingan terakhir di Nations League.
Slaven Bilic selaku pelatih juga mengakui bahwa timnya kehilangan kendali secara menyeluruh. Ia mengambil tanggung jawab penuh atas performa buruk yang ditunjukkan anak asuhnya di lapangan.
Sulit bagi tim untuk segera bangkit setelah hasil yang sangat kontras jika dibandingkan dengan pencapaian mereka di Piala Dunia 2018. Saat itu, Kroasia mampu mengalahkan Inggris di semifinal sebelum akhirnya melaju ke partai puncak sebagai runner-up.
Masa depan tim kini diuji karena mereka harus segera bersiap menghadapi Spanyol pada Rabu (7-10-2026) dini hari WIB. Modric menyerukan kekompakan kepada rekan-rekannya agar tidak membiarkan semangat juang dan kebanggaan nasional hilang dalam semalam saja.
Harapan besar diletakkan pada kemampuan mental para pemain untuk memperbaiki lini pertahanan yang rapuh. Jika tidak segera dibenahi, Kroasia terancam semakin terpuruk dalam peta persaingan sepak bola internasional yang semakin ketat.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor








