Laga Perpisahan Lionel Messi: Alasan Sang Kapten Sempat Menolak Tampil

Asosiasi Sepak Bola Argentina mengonfirmasi laga perpisahan Lionel Messi bersama tim nasional akan digelar di Buenos Aires ketika mereka menghadapi Benin pada Rabu pagi WIB.
Pertandingan ini dipersiapkan khusus sebagai penghormatan terakhir bagi sang kapten setelah menyatakan pensiun dari sepak bola internasional pada Agustus 2026. Keputusan pensiun tersebut diambil menyusul kekalahan menyakitkan Argentina dari Spanyol di laga puncak Piala Dunia 2026.
Meskipun laga ini dinanti jutaan penggemar, rencana penyelenggaraan pertandingan sempat diwarnai keraguan besar dari sang pemain dan pelatih kepala Lionel Scaloni. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa sang kapten sempat menolak mentah-mentah ide pertandingan seremonial ini. Pemain berjuluk La Pulga itu menilai federasi sepak bola negaranya hanya memanfaatkan namanya demi meraup keuntungan komersial yang besar.
Gazzetta dello Sport melaporkan bahwa kecurigaan tersebut membuat atmosfer internal tim sempat memanas menjelang jeda internasional kali ini.
Asosiasi Sepak Bola Argentina, atau AFA, dilaporkan menugaskan sebuah agensi olahraga asal Kolombia untuk mencari lawan tanding yang bersedia bermain tanpa bayaran. Benin, negara dari kawasan Afrika Barat yang kini berada di luar peringkat 50 besar dunia, kemudian bersedia memenuhi syarat tersebut demi bisa bertanding melawan Argentina.
Keputusan memilih Benin sebagai lawan tanding memicu gelombang kritik dari publik sepak bola di Amerika Selatan. Banyak pihak menilai lawan yang dipilih kurang sepadan untuk melepas kepergian salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola modern. Walau demikian, pertandingan ini dipastikan tetap berjalan setelah Messi bersedia menurunkan ego demi memberikan salam perpisahan terakhir bagi para pendukungnya di Buenos Aires.
Laga melawan Benin ini akan menjadi penampilan ke-208 bagi Messi dalam seragam putih-biru langit Argentina sejak debutnya dua dekade silam.
Catatan penampilan tersebut menempatkan Messi sejajar dengan segelintir legenda sepak bola yang mampu mengoleksi lebih dari 200 penampilan internasional. Posisi Messi di daftar penampilan sepanjang masa kemungkinan besar berada di bawah rival abadinya, Cristiano Ronaldo, dan gelandang Kroasia, Luka Modric.
Kendati kalah dalam jumlah penampilan, Messi unggul dalam koleksi trofi bergengsi tingkat dunia. Ia berhasil mempersembahkan satu trofi Piala Dunia serta dua gelar Copa America bagi publik Argentina. Prestasi gemilang ini belum mampu disamai oleh Modric maupun Ronaldo sepanjang karier internasional mereka masing-masing.
Di tingkat nasional, dominasi statistik Messi di skuad Argentina hampir mustahil untuk dikejar oleh pemain lain dalam waktu dekat.
Ia mencatatkan 61 penampilan lebih banyak dibandingkan dengan Javier Mascherano yang berada di posisi kedua pemilik penampilan terbanyak. Penyerang legendaris Gabriel Batistuta juga tertinggal jauh di daftar pencetak gol terbanyak dengan selisih 69 gol di bawah Messi.
Sebelumnya, Messi sempat mengungkapkan betapa beratnya mengambil keputusan untuk mundur dari tim nasional di usia 39 tahun. Ia mengaku merasa tidak lagi memiliki kontribusi maksimal yang bisa diberikan kepada generasi baru tim tango. Namun, ia menegaskan bahwa komitmen dan perjuangannya untuk seragam Argentina selalu maksimal dalam situasi apa pun.
"Saya bersumpah kepada kalian, saya selalu memberikan segalanya untuk seragam ini agar kalian bangga menjadi orang Argentina," kata Messi dalam pernyataan resminya.
Pertandingan terakhir ini akan menjadi momen emosional yang menandai berakhirnya sebuah era keemasan sepak bola Argentina. Publik kini bersiap memberikan penghormatan tertinggi bagi sang legenda di Buenos Aires.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor










