Legenda Liverpool Jamie Carragher Terancam Bangkrut Akibat Tunggakan Pajak

Legenda sepak bola Liverpool, Jamie Carragher, saat ini menghadapi ancaman kebangkrutan yang serius. Otoritas Pajak Inggris atau HM Revenue and Customs (HMRC) telah mendaftarkan petisi ke Pengadilan Tinggi di London pada Rabu (26/8) atas dugaan tunggakan pajak dalam jumlah besar.
Nilai tunggakan tersebut ditaksir mencapai 700 ribu hingga 800 ribu poundsterling atau setara dengan Rp14 miliar hingga Rp16 miliar. HMRC merupakan lembaga pemerintah Inggris yang bertanggung jawab atas pengumpulan pajak, bea cukai, dan pembayaran kesejahteraan.
Petisi kebangkrutan ini diajukan oleh tim hukum yang mewakili HMRC terhadap pria bernama lengkap James Lee Duncan Carragher tersebut. Langkah hukum ini diambil setelah pihak otoritas merasa upaya persuasif sebelumnya tidak menemui titik terang.
Baca Juga:
- Optimisme Martin Keown Terhadap Kans Juara Arsenal di Liga Champions 2026/2027
- Aksi Matteo Guendouzi Picu Kerusuhan Usai Fenerbahce Singkirkan Lyon di Liga Champions
- Jalan Terjal Galatasaray dan Fenerbahce di Liga Champions 2026-2027
Seorang juru bicara HMRC menjelaskan bahwa pihaknya selalu mengedepankan pendekatan kooperatif bagi wajib pajak yang memiliki utang. Mereka biasanya menawarkan opsi rencana angsuran untuk membantu individu keluar dari jeratan utang sebelum membawa kasus tersebut ke ranah pengadilan.
Lembaga tersebut menegaskan bahwa pengajuan petisi kebangkrutan adalah langkah terakhir setelah berbagai prosedur formal ditempuh. Mereka berkomitmen untuk menangani masalah ini sesuai dengan aturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku di Inggris.
Menanggapi kabar tersebut, perwakilan Carragher memberikan pernyataan resmi kepada publik. Mereka mengakui adanya permasalahan pajak pribadi yang seharusnya bisa diselesaikan lebih awal dengan komunikasi yang lebih efektif.
Pihak Carragher menambahkan bahwa langkah-langkah konkret telah diambil untuk melunasi kewajiban tersebut sesegera mungkin. Mereka optimistis bahwa masalah ini tidak akan berlanjut ke tahap yang lebih jauh dan dapat segera tuntas dalam waktu dekat.
Di luar kariernya sebagai pemain, Carragher saat ini merupakan tokoh publik yang sibuk. Dia aktif sebagai pengamat sepak bola di Sky Sports dan CBS Sports, serta terlibat dalam siniar populer bernama Stick To Football.
Selain aktif di media, Carragher juga memiliki keterlibatan bisnis yang cukup luas. Dia tercatat menjabat sebagai direktur di empat perusahaan yang berbeda.
Jika pengadilan akhirnya menjatuhkan vonis bangkrut, konsekuensi bagi mantan bek Timnas Inggris ini akan cukup signifikan. Aset-aset miliknya berpotensi untuk disita oleh pihak berwenang guna menutupi utang pajak yang tertunggak.
Selain ancaman penyitaan aset, status bangkrut akan memberikan dampak administratif pada karier bisnisnya. Dia berisiko dilarang menduduki jabatan sebagai direktur di perusahaan mana pun tanpa izin khusus dari pengadilan.
Kondisi ini menjadi peringatan bagi para figur publik di Inggris mengenai ketatnya aturan kepatuhan pajak. HMRC memang dikenal memiliki wewenang besar dalam mengejar wajib pajak yang lalai, tanpa memandang status sosial atau popularitas seseorang di masyarakat.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor













