Lola Vision Systems Kembangkan Solusi Efisien Menjalankan Model AI pada Chip

Tayo Adesanya resmi meluncurkan Lola Vision Systems pada 2024 sebagai respons atas tantangan berat dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan atau AI ke dalam perangkat keras. Perusahaan infrastruktur AI yang berbasis di Washington, D.C. ini berfokus menciptakan perangkat lunak dan chip khusus agar model AI dapat berjalan optimal di berbagai perangkat.
Selama satu dekade terakhir, Adesanya mengamati adanya hambatan besar dalam industri mikrochip. Ia mencatat bahwa pengaturan manual sebuah model AI pada perangkat keras baru sering kali menyita waktu hingga 200 jam hanya untuk tahap pengujian awal.
Lola Vision Systems hadir menawarkan solusi berupa perangkat lunak compiler toolchain yang mampu menerjemahkan model AI ke dalam instruksi spesifik yang dipahami oleh chip. Pengguna cukup memasukkan kode serta model AI yang diinginkan, baik yang bersifat terbuka maupun buatan sendiri, agar perangkat lunak ini memprosesnya secara otomatis.
Kecepatan bukan menjadi satu-satunya fokus utama yang ditawarkan oleh perusahaan rintisan ini. Adesanya menegaskan bahwa efisiensi pengaturan memungkinkan perusahaan di sektor kedirgantaraan dan industri kritis lainnya untuk menjalankan model yang lebih akurat dengan konsumsi daya lebih rendah.
Bagi perusahaan di sektor krusial tersebut, akurasi serta keandalan bukanlah opsi tambahan, melainkan syarat mutlak. Kualitas performa tersebut menentukan apakah sebuah produk memenuhi standar regulasi atau mampu berfungsi secara stabil saat digunakan di lapangan.
Saat ini, banyak pengembang masih mengandalkan teknologi seperti Nvidia Jetson untuk menjalankan AI secara lokal atau edge computing. Edge computing merupakan metode menjalankan AI langsung pada perangkat seperti kamera atau drone tanpa harus bergantung pada pusat data jarak jauh.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor










