
Perusahaan pengembang kecerdasan buatan, Anthropic, mencatatkan lonjakan pendapatan signifikan sebesar 45 persen menjadi USD 16,8 miliar (sekitar Rp262 triliun) selama kuartal yang berakhir pada September.
Data tersebut disampaikan pihak manajemen dalam sesi pengarahan tertutup bagi calon investor di San Francisco pada Rabu lalu. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan strategis perusahaan untuk melakukan penawaran saham perdana atau IPO yang ditargetkan rampung sebelum pergantian tahun.
Pertumbuhan finansial perusahaan tampak konsisten sepanjang tahun ini. Pada kuartal pertama, mereka mencatat pendapatan USD 4,7 miliar, yang kemudian meningkat menjadi USD 11,6 miliar pada periode berikutnya.
Selain peningkatan arus kas, Anthropic juga mengonfirmasi kepada investor bahwa mereka berhasil mencetak laba selama dua kuartal berturut-turut. Kondisi ini menempatkan posisi mereka sebagai pemain kunci di industri AI yang sedang bersaing ketat untuk membiayai kebutuhan infrastruktur teknologi yang mahal.
Hasil laporan ini muncul di tengah ketidakpastian pasar saham teknologi global. Saham perusahaan produsen perangkat keras dan cip, seperti Nvidia, AMD, dan Intel, mengalami tekanan jual tajam dalam beberapa hari terakhir akibat kekhawatiran investor mengenai besarnya anggaran untuk pusat data.
Kekhawatiran pasar dipicu oleh pernyataan Hock Tan, CEO perusahaan manufaktur Broadcom, di Singapura. Ia menyebut ekspektasi investor terhadap belanja AI saat ini sudah tidak masuk akal dan menyerupai perilaku spekulasi di kasino.
Sentimen negatif semakin diperparah dengan rilis data inflasi Amerika Serikat yang melampaui ekspektasi pada bulan September. Kenaikan harga barang memicu kekhawatiran bahwa bank sentral Amerika Serikat, The Fed, akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk menekan laju inflasi.
Efek domino penurunan harga saham juga merambat hingga ke pasar Asia. Perusahaan investasi teknologi Jepang, Softbank, mencatat koreksi harga lebih dari 9 persen, sementara raksasa semikonduktor Korea Selatan seperti Samsung dan SK Hynix mengalami pelemahan hingga 11 persen.
Di tengah situasi pasar yang bergejolak, Anthropic tetap agresif dalam ekspansi global dengan membuka kantor baru di Singapura. Fokus perusahaan kini terbagi antara mengejar pertumbuhan finansial dan menjawab isu keamanan pengembangan teknologi AI yang sering disuarakan oleh CEO mereka, Dario Amodei.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor