Manchester City Resmi Datangkan Iliman Ndiaye dari Everton Seharga 65 Juta Pound

Manchester City secara resmi mencapai kesepakatan untuk mendatangkan penyerang Everton, Iliman Ndiaye, pada Senin (31/8/2026).
Klub asuhan Pep Guardiola tersebut merogoh kocek sebesar 65 juta poundsterling, atau sekitar Rp1,3 triliun, untuk mengamankan jasa pemain asal Senegal tersebut. Angka ini terdiri dari biaya transfer pokok sebesar 60 juta poundsterling dan tambahan bonus performa senilai 5 juta poundsterling.
Keputusan Manchester City untuk mengejar Ndiaye diambil setelah upaya mereka mendatangkan Cody Gakpo dari Liverpool menemui jalan buntu. Liverpool sebelumnya menolak tawaran senilai 80 juta poundsterling yang diajukan oleh pihak City.
Situasi transfer Ndiaye sendiri tergolong unik karena sempat melibatkan Tottenham Hotspur. Spurs sebenarnya telah mencapai kata sepakat dengan nilai transfer serupa pada Jumat malam lalu.
Proses kepindahan pemain berusia 26 tahun tersebut ke Tottenham sedianya menjadi bagian dari skema pertukaran yang melibatkan Richarlison. Richarlison direncanakan kembali ke Everton dengan nilai transfer 35 juta poundsterling dalam transaksi terpisah.
Namun, skenario tersebut berantakan karena Richarlison gagal menyepakati persyaratan pribadi dengan manajemen Everton. Kegagalan negosiasi pemain asal Brasil tersebut membuat pintu bagi Manchester City terbuka lebar.
Pelatih Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, sempat mengonfirmasi bahwa Richarlison tidak disertakan dalam skuad saat menghadapi Newcastle United pada Sabtu lalu. Absennya pemain tersebut terjadi di tengah ketegangan terkait spekulasi masa depannya di klub.
Richarlison kemudian memberikan klarifikasi terbuka melalui unggahan di media sosial pribadinya pada hari Senin. Ia menyatakan bahwa dirinya memiliki keinginan kuat untuk kembali ke Everton demi menemukan kembali kebahagiaan kariernya.
Pemain berusia 29 tahun itu menegaskan bahwa ia tidak ingin masa depannya ditentukan oleh pihak lain yang tidak sejalan dengan keinginannya. Ia merasa negosiasi yang terjadi tidak dilakukan dengan cara yang profesional.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor















