Manga Hunter x Hunter Kembali Hiatus, Adaptasi Panggung Arc Chimera Ant Disiapkan

Serial manga populer Hunter x Hunter resmi kembali memasuki masa hiatus setelah penerbitan edisi ke-41 majalah mingguan Weekly Shonen Jump.
Keputusan penghentian sementara ini diambil lantaran kondisi kesehatan Yoshihiro Togashi yang kian memburuk. Sang komikus dilaporkan kesulitan duduk dalam durasi panjang untuk menggambar akibat masalah kesehatan kronis yang dideritanya.
Manajemen Weekly Shonen Jump melalui penerbit Shueisha menyatakan bahwa informasi mengenai kelanjutan cerita akan diumumkan pada waktu mendatang. Ketidakpastian jadwal ini memang menjadi sorotan, mengingat sejak Januari 2023, pihak penerbit sepakat mengubah format publikasi manga tersebut agar tidak lagi terikat pada tuntutan serialisasi mingguan yang ketat.
Meski harus berhenti sementara, progres kreatif di balik layar terus berjalan dengan ritme yang lebih lambat. Togashi dikabarkan telah menjalani prosedur medis dan berhasil menyelesaikan draf tata letak untuk dua bab baru pada Desember 2024 lalu.
Dalam langkah strategis lainnya, manajemen waralaba mengumumkan proyek Hunter x Hunter The Stage 4 yang akan mengangkat alur cerita kelam bertajuk Chimera Ant. Pertunjukan ini dibagi menjadi dua fase, yakni Januari hingga Februari 2027 dan Juli hingga Agustus 2027, dengan lokasi pementasan di Tokyo serta Kyoto.
Arc Chimera Ant sendiri merupakan alur cerita yang sangat panjang dan dikenal memiliki sisi emosional yang intens. Kisah ini bermula ketika sekelompok serangga mutan pemakan manusia mendarat di Pulau Neo-Green dan mulai mendominasi rantai makanan dengan kekuatan energi Nen, sebuah sistem energi spiritual khas dalam dunia Hunter x Hunter.
Pemerintah fiktif dalam cerita, Republik East Gorteau, menjadi titik pusat konflik saat para pemburu profesional atau Hunter berusaha menghentikan ancaman Raja Meruem. Penggemar menantikan adaptasi panggung ini karena alur tersebut dianggap sebagai salah satu puncak narasi yang membedah sisi kemanusiaan melalui interaksi antara karakter utama dan antagonis.
Sejak pertama kali diluncurkan pada 1998, karya Yoshihiro Togashi telah bertransformasi menjadi fenomena budaya global. Total peredaran komik ini telah menembus angka 100 juta eksemplar di seluruh dunia, mencakup format cetak maupun digital yang diterbitkan Shueisha.
Kesuksesan Hunter x Hunter juga melahirkan berbagai turunan media, mulai dari dua serial anime televisi hingga beragam pertunjukan teater. Sebelum pengumuman babak keempat ini, adaptasi panggung sebelumnya yang mengangkat alur Pulau Keserakahan atau Greed Island telah sukses menyapa penonton di Tokyo dan Osaka pada pertengahan 2025.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor








