Mistral AI Luncurkan Model AI Raksasa Le Chonk dengan Satu Triliun Parameter

Perusahaan kecerdasan buatan asal Paris, Mistral AI, resmi meluncurkan model bahasa besar terbaru mereka, Mistral Large 4, pada hari Selasa. Model ini memiliki kapasitas satu triliun parameter, sebuah skala yang menempatkannya sejajar dengan teknologi pendukung chatbot populer seperti ChatGPT dan Claude.
Parameter dalam dunia AI merujuk pada variabel yang disesuaikan selama proses pelatihan agar model mampu mempelajari pola data. Semakin banyak parameter yang dimiliki, semakin besar kapasitas belajar model tersebut, meski biaya operasionalnya juga meningkat drastis.
Guillaume Lample, kepala ilmuwan Mistral AI, menyebut Large 4 sebagai model dengan bobot terbuka paling tangguh yang berasal dari Eropa maupun Amerika Serikat. Pernyataan ini ia sampaikan langsung melalui akun media sosial X miliknya.
Secara teknis, tidak semua parameter diaktifkan secara bersamaan dalam setiap proses. Model ini menggunakan arsitektur mixture of experts, yang memungkinkan sistem mengarahkan setiap pertanyaan kepada sub-jaringan spesialis tertentu sehingga hanya 49 miliar parameter yang bekerja untuk satu jawaban.
Nama panggilan Le Chonk yang kini populer memiliki sejarah unik yang berawal dari lelucon di internet. Pada bulan Juni, komunitas pengguna di Reddit dan X menciptakan model fiktif bernama Le Chaton Fat sebagai bentuk respons atas perubahan nama asisten AI milik Mistral menjadi Vibe.
Arthur Mensch, CEO Mistral AI, memutuskan untuk menanggapi gurauan tersebut dengan serius dan jenaka. Ia menyebut model tersebut sebagai le gros chaton, atau kucing besar, yang kemudian membuat Mistral secara resmi menggunakan nama Le Chonk pada perilisan produk aslinya.
Mistral memosisikan produknya sebagai AI berdaulat yang memungkinkan perusahaan atau negara mengelola data tanpa harus menyerahkannya kepada pihak eksternal. Model bisnis ini menarik minat besar, termasuk kemitraan strategis dengan HUMAIN milik pemerintah Arab Saudi senilai ratusan juta euro pada Agustus lalu.
Kesuksesan pendanaan mereka terus berlanjut melalui putaran Seri D pada September yang mengumpulkan dana sebesar 3 miliar euro atau sekitar Rp50,4 triliun. Putaran pendanaan yang dipimpin oleh Samsung tersebut memberikan valuasi perusahaan lebih dari 21 miliar euro atau sekitar Rp352 triliun.
Dari sisi biaya, Mistral menetapkan harga 1,36 dollar AS atau sekitar Rp21.000 per juta token input dan 4,18 dollar AS atau sekitar Rp65.000 per juta token output. Struktur harga ini jauh lebih efisien dibandingkan pesaingnya, Claude Opus 5.5, yang mematok tarif hingga 20 dollar AS per juta token output.
Mistral berencana merilis bobot model atau parameter yang telah terlatih pada akhir Oktober mendatang. Langkah keterbukaan ini memberikan kesempatan bagi pengembang independen untuk mengunduh dan menguji validitas klaim performa model tersebut secara mandiri di infrastruktur mereka sendiri.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor








