Motorola Razr Flex Siap Menantang Dominasi Pasar Ponsel Lipat

Persaingan pasar ponsel lipat global kini semakin sengit seiring langkah Motorola yang bersiap meluncurkan perangkat teranyar bernama Motorola Razr Flex. Kehadiran ponsel lipat berbentuk melebar ini diproyeksikan menjadi penantang tangguh bagi dominasi Samsung dengan seri Galaxy Z Fold terbarunya.
"Kami membuatnya semakin baik, nantikan langkah kami selanjutnya," tulis manajemen Motorola melalui akun resmi mereka di media sosial X pada 9 September 2026.
Pernyataan tersebut menyertai sebuah video singkat yang memperlihatkan perjalanan sejarah lini Razr, mulai dari ponsel lipat legendaris era 2000-an hingga model mutakhir seperti Razr 50 Ultra. Di akhir video, tampak siluet sebuah gawai misterius berwarna hitam dengan bodi lebih pendek namun melebar saat dibuka. Gawai tanpa nama itu diduga kuat sebagai purwarupa Razr Flex yang siap meramaikan segmen ponsel lipat seukuran paspor.
Berdasarkan laporan Android Headlines, perangkat berkode Parker ini akan ditenagai oleh chipset generasi terbaru Snapdragon 8 Gen 5. Dapur pacu kelas atas tersebut bakal disandingkan dengan konfigurasi memori tunggal, yaitu RAM sebesar 12 GB dan penyimpanan internal berkapasitas 256 GB.
Keputusan menyematkan kapasitas memori tunggal ini tampaknya diambil untuk menekan biaya produksi agar harga jualnya nanti tetap kompetitif di pasar global.
Bagi konsumen di Indonesia, tren ponsel lipat berukuran ringkas memang tengah naik daun karena menawarkan produktivitas tinggi dalam genggaman yang ringkas. Kehadiran produk ini berpotensi memberikan opsi baru yang menyegarkan di tengah kejenuhan pasar gawai premium tanah air yang selama ini didominasi merek asal Korea Selatan. Apalagi, ukuran bodi yang menyerupai paspor dinilai lebih ergonomis untuk diselipkan ke dalam saku celana atau tas kecil.
Pada sektor visual, Motorola membekali gawai ini dengan layar utama OLED lentur berukuran 6,92 inci yang mendukung resolusi 1.728 x 2.364 piksel. Layar canggih tersebut juga sudah dilengkapi dengan kemampuan refresh rate hingga 165 Hz, fitur HDR 10 Plus, serta teknologi Dolby Vision untuk menjamin kualitas visual yang tajam.
Sementara itu, bagian luar perangkat dilengkapi layar sekunder berpanel OLED dengan bentang mencapai 4,97 inci beresolusi 1.736 x 1.140 piksel. Ukuran layar sekunder ini sedikit lebih mungil jika dibandingkan dengan kompetitor terdekatnya di kelas premium. Meski demikian, fungsionalitas layar luar ini tetap dioptimalkan agar pengguna bisa membalas pesan atau melihat navigasi tanpa perlu membuka ponsel sepenuhnya.
Untuk mendukung mobilitas harian penggunanya, tangki daya berkapasitas 5.000 mAh disematkan lengkap dengan fitur pengisian daya cepat berdaya 25 watt.
Pada sektor kamera, ponsel pintar yang menjalankan sistem operasi Android 17 ini dibekali sensor utama berkekuatan 50 MP yang memiliki kemampuan pembesaran digital hingga 30 kali. Pabrikan juga menyertakan lensa sudut ultra lebar sebesar 50 MP untuk kebutuhan fotografi lanskap yang lebih dramatis. Kombinasi lensa ini diharapkan mampu menghasilkan jepretan berkualitas tinggi baik dalam kondisi terang maupun minim cahaya.
Ketahanan fisik juga menjadi fokus dengan adanya sertifikasi ketahanan debu dan air rating IP48 serta IP49. Di samping itu, fitur penunjang lainnya meliputi pemindai sidik jari pada tombol daya, konektivitas WiFi 7, Bluetooth 6.0, serta dukungan kartu SIM fisik dan eSIM.
Saat dibuka lebar, dimensi fisik gawai ini tercatat berukuran 110 x 149 x 5,8 mm, sementara saat dilipat ukurannya berubah menjadi 110 x 76 x 12,6 mm dengan bobot total mencapai 215 gram.
Dimensi ketebalan dan bobot tersebut terhitung sedikit lebih bongsor dibandingkan dengan Samsung Galaxy Z Fold 8 yang hanya memiliki berat 201 gram dan tebal 9,7 mm saat terlipat. Kendati demikian, kapasitas baterai Motorola yang lebih besar dinilai sepadan dengan kompromi pada aspek ketebalan fisik perangkat tersebut.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)











