NTP Perluas Jangkauan Perawatan Mesin Pesawat Hingga Asia Pasifik

PT Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP), anak usaha PT Dirgantara Indonesia (PTDI), kini memperluas jangkauan bisnis perawatan, perbaikan, dan operasi (MRO) mesin pesawatnya ke pasar Asia Pasifik. Ekspansi ini memperkuat kapasitas perseroan dalam mendukung pemeliharaan armada udara di kawasan tersebut, sebagaimana dilaporkan Detik Finance pada Sabtu, 19 September 2026.
Perusahaan MRO yang berpusat di Bandung ini memiliki kapabilitas dalam menangani tidak hanya mesin pesawat udara, tetapi juga merawat mesin gas turbin, turbin uap industrial, serta berbagai peralatan berputar lainnya. NTP juga sempat memamerkan sejumlah kapabilitas teknis dan purwarupa mesin dalam ajang TNI Fair 2026 yang diselenggarakan di Monumen Nasional, Jakarta Pusat.
Wakil Presiden Pengembangan Bisnis dan Pemasaran NTP, Nicki Subianto, menjelaskan keberagaman tipe mesin yang mampu ditangani oleh perusahaan. Ini termasuk unit pembangkit tenaga untuk pesawat produksi dalam negeri seperti CN235 dan NC212.
"Jadi, kami perlihatkan apa saja engine-engine yang kami mampu lakukan. Ini mulai dari brosurnya, engine apa saja yang bisa kami lakukan. Nama engine-nya Honeywell TPE331," kata Nicki Subianto.
Ia menambahkan, mesin Honeywell TPE331 dipasang pada pesawat buatan PTDI, khususnya pada produk unggulan seperti CN235 dan CASA 212. Kapabilitas ini menunjukkan kedalaman teknis yang dimiliki NTP dalam mendukung produk kedirgantaraan nasional.
Keunggulan operasional NTP ditopang oleh sertifikasi Authorized Maintenance Center (AMC) yang diberikan langsung oleh original equipment manufacturer (OEM). Status tersebut menjadikan perseroan sebagai pemegang lisensi tunggal AMC di Indonesia untuk tipe mesin tertentu, menjamin standar kualitas internasional.
"Kita Authorized Maintenance Center. Kita diautorisasi oleh OEM langsung, dan di Indonesia kita satu-satunya," ujar Nicki Subianto.
Kredibilitas NTP di level global semakin kuat berkat kepemilikan lisensi internasional yang vital, termasuk dari Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat. Selain itu, perseroan juga tersertifikasi oleh regulasi penerbangan di Thailand, Nepal, dan Kanada, menegaskan standar operasionalnya yang diakui dunia.
"Kita juga tersertifikasi di Thailand, Nepal, Kanada. Sampai ke beberapa negara lain. Yang kalau mereka butuh, kita bisa compliance," jelas Nicki Subianto.
Di kawasan Asia Pasifik, lini bisnis NTP didominasi oleh klien dari sektor pertahanan yang menuntut tingkat keandalan dan keamanan tinggi. Perseroan memegang kontrak kerja sama jangka panjang dengan Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM), menunjukkan kepercayaan regional terhadap layanannya.
Selain itu, NTP juga melayani kebutuhan perawatan mesin untuk Royal Thai Air Force dan Royal Thai Navy dari Thailand, serta Korean Coast Guard dan Korean Air Force di Korea Selatan. Penetrasi pasar ini menggambarkan strategi NTP dalam memperluas dominasinya di segmen militer dan keamanan.
"Kalau Korea, ada Korean Coast Guard, ada Korean Air Force. Itu juga engine-nya ini, ke kami," ungkap Nicki Subianto.
Merespons tingginya tren penggunaan pesawat tanpa awak dalam industri penerbangan global, NTP proaktif merambah pengembangan manufaktur mesin khusus untuk drone dan Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Langkah ini menunjukkan adaptasi perusahaan terhadap inovasi teknologi kedirgantaraan.
"Ke depannya kami akan mulai dengan manufacturing engine drone. Kita coba, karena kan drone sedang booming. Dunia penerbangan sedang booming dengan drone, UAV, pesawat tanpa awak," kata Nicki Subianto.
Sebagai langkah diversifikasi MRO lanjutan, NTP saat ini tengah menyelesaikan pengerjaan pengembangan mesin Rolls-Royce Allison 556. Mesin ini umum digunakan pada pesawat angkut militer Hercules, sebuah langkah strategis untuk menembus pasar perawatan pesawat angkut berat.
Ekspansi ini tidak hanya memperkuat posisi NTP sebagai penyedia layanan MRO terkemuka di Indonesia, tetapi juga meningkatkan kapabilitas industri pertahanan dan penerbangan nasional. Dengan dukungan sertifikasi internasional dan portofolio klien regional yang solid, NTP diproyeksikan memainkan peran yang semakin sentral dalam ekosistem kedirgantaraan Asia Pasifik.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor














