
Vatikan secara resmi mengonfirmasi bahwa Paus Leo XIV telah didiagnosis menderita kanker paru-paru. Pemimpin umat Katolik dunia berusia 71 tahun tersebut kini sedang menjalani masa pemulihan usai prosedur medis darurat.
Operasi pengangkatan sebagian paru-paru kanan Paus berjalan dengan sukses pada Selasa kemarin. Tim medis melakukan tindakan bedah selama 90 menit di Rumah Sakit Gemelli yang berlokasi di Roma.
Kondisi kesehatan Paus menjadi sorotan setelah pihak rumah sakit menyatakan beliau harus menjalani perawatan intensif selama satu pekan ke depan. Fasilitas kesehatan Gemelli sendiri merupakan rumah sakit pendidikan terkemuka di Italia yang sering menjadi rujukan utama bagi para petinggi Vatikan.
Ribuan umat Katolik mulai memadati area Lapangan Santo Petrus di Vatikan untuk mendoakan kesembuhan sang pemimpin. Koresponden BBC melaporkan suasana khidmat menyelimuti kompleks gereja, tempat para peziarah menyalakan lilin sebagai simbol dukungan moril.
Keputusan medis untuk mengangkat sebagian paru-paru merupakan langkah agresif namun diperlukan dalam menangani kanker yang menyerang organ pernapasan. Kanker paru-paru pada usia lanjut memang memerlukan pemantauan ketat agar tidak terjadi komplikasi lebih lanjut pada sistem pernapasan pasien.
Selama masa pemulihan di rumah sakit, Vatikan kemungkinan besar akan menyesuaikan jadwal perjalanan luar negeri Paus. Beliau sebelumnya sangat aktif melakukan kunjungan apostolik ke berbagai negara, termasuk rangkaian lawatan ke Prancis dan Spanyol beberapa waktu lalu.
Paus Leo XIV dikenal memiliki mobilitas tinggi dalam menjalankan tugas kegerejaannya meskipun usianya sudah memasuki kepala tujuh. Keberhasilan operasi ini memberikan sinyal positif bagi otoritas gereja bahwa Paus dapat kembali menjalankan kewajibannya setelah proses rehabilitasi selesai.
Secara medis, tindakan operasi paru-paru pada pasien lansia membutuhkan ketahanan fisik yang prima agar fungsi organ tetap terjaga. Rumah Sakit Gemelli menyatakan bakal terus memberikan informasi secara berkala terkait perkembangan kesehatan Paus kepada publik.
Banyak pengamat medis menilai bahwa deteksi dini kanker paru-paru menjadi penentu utama keberhasilan operasi tersebut. Pengalaman tim bedah di rumah sakit ini diharapkan mampu meminimalisasi risiko pasca-operasi bagi pasien dengan profil kesehatan seperti Paus.
Ketahanan tubuh pasien setelah tindakan bedah menjadi faktor krusial dalam menentukan durasi masa pemulihan di fasilitas kesehatan. Umat Katolik di seluruh dunia, termasuk Indonesia, terus memanjatkan doa bagi kesembuhan Paus Leo XIV di tengah tantangan kesehatan yang beliau hadapi.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor