Persib Bandung Jadi Klub Indonesia Terbaik di ASEAN Versi Opta 2026

Persib Bandung mengukuhkan diri sebagai klub terbaik asal Indonesia di kancah Asia Tenggara berdasarkan rilis terbaru pemeringkatan Opta Analyst 2026. Keberhasilan klub kebanggaan masyarakat Jawa Barat ini menjadi angin segar bagi industri sepak bola nasional yang tengah berupaya meningkatkan daya saing di level internasional.
Maung Bandung kini menempati peringkat ketiga di wilayah ASEAN dengan raihan rating mencapai 74,2.
Angka tersebut menempatkan Persib sebagai satu-satunya perwakilan Indonesia yang mampu menembus jajaran tiga besar klub elit di kawasan ini. Pemeringkatan Opta Analyst merupakan sistem penilaian performa tim berdasarkan data statistik mendalam yang mencakup ribuan klub profesional di seluruh dunia. Melalui algoritma tersebut, konsistensi Persib di kompetisi domestik maupun kontinental menjadi faktor kunci kenaikan peringkat mereka.
Persib hanya terpaut tipis dari Buriram United yang menduduki peringkat kedua dengan perolehan 74,6 poin.
Selisih yang hanya sebesar 0,4 poin ini menunjukkan bahwa kualitas permainan anak asuh Bojan Hodak sudah mulai mendekati standar klub raksasa Thailand. Buriram United merupakan kekuatan dominan di Asia Tenggara yang rutin berpartisipasi dalam ajang Liga Champions Asia, kasta tertinggi kompetisi klub di benua kuning.
Di puncak klasemen regional, Johor Darul Ta'zim (JDT) masih menjadi penguasa yang sulit tergoyahkan.
Klub asal Malaysia itu mengantongi rating 80,6 dan menduduki posisi ke-318 dalam daftar peringkat global dunia. Keunggulan infrastruktur dan materi pemain bintang membuat JDT tetap berada satu tingkat di atas klub-klub lain di Asia Tenggara saat ini.
Selain prestasi di tingkat regional, Persib juga menunjukkan tren positif dalam pemeringkatan klub secara global.
Tim ini tercatat naik 18 tingkat hingga berhasil mengamankan posisi ke-905 dalam daftar klub terbaik di dunia. Peningkatan tersebut membuktikan bahwa keberhasilan menjuarai Liga 1 musim lalu memberikan dampak besar terhadap reputasi klub di mata internasional.
Dinamika berbeda dialami oleh sejumlah rival domestik Persib yang juga masuk dalam daftar pantauan Opta.
Persija Jakarta menempati posisi sebagai klub terbaik kedua di Indonesia, namun mereka berada di urutan ketujuh untuk tingkat Asia Tenggara. Macan Kemayoran tercatat memiliki rating 70,2, tertinggal cukup jauh dari pencapaian yang diraih oleh Maung Bandung.
Performa Persija secara global justru mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam periode penilaian kali ini.
Tim asal Ibu Kota tersebut merosot sebanyak 100 peringkat sehingga kini harus puas berada di posisi ke-1.461 dunia. Penurunan ini dipengaruhi oleh hasil pertandingan yang kurang konsisten dalam beberapa pekan terakhir di liga domestik serta absennya tim di kompetisi regional.
Borneo FC Samarinda muncul sebagai kekuatan baru yang patut diperhitungkan setelah menempati posisi kesembilan di wilayah ASEAN.
Dengan rating sebesar 70,0, klub berjuluk Pesut Etam ini sukses naik 19 peringkat ke posisi 1.512 dunia. Lompatan ini menjadi salah satu yang tertinggi dibandingkan klub Indonesia lainnya dalam jajaran sepuluh besar Asia Tenggara.
Keberhasilan Borneo FC ini tidak lepas dari performa impresif mereka di musim reguler Liga 1 yang sempat mendominasi puncak klasemen.
Dominasi Persib Bandung atas tim domestik lainnya terlihat dari selisih poin yang cukup lebar dalam penilaian statistik ini.
Mereka unggul 4,0 poin atas Persija Jakarta dan berselisih 4,2 poin dari Borneo FC Samarinda dalam sistem rating tersebut. Keunggulan poin yang lebar ini mempertegas status Persib sebagai barometer standar sepak bola profesional di Indonesia untuk saat ini.
Selain ketiga klub besar tersebut, Dewa United juga berhasil mencuri perhatian dengan menembus jajaran 25 klub terbaik di Asia Tenggara.
Kehadiran Dewa United di daftar ini menunjukkan mulai meratanya kualitas klub-klub di Indonesia berkat investasi pada sektor manajemen dan komposisi pemain. Hal tersebut diharapkan dapat memacu klub lain untuk meningkatkan standar profesionalitas mereka guna bersaing di level yang lebih tinggi.
Sistem penilaian Opta Analyst ini menjadi rujukan bagi para pengamat sepak bola untuk melihat peta kekuatan klub tanpa bias subjektivitas.
Data yang dihimpun mencakup berbagai variabel teknis seperti produktivitas gol, efisiensi pertahanan, hingga kualitas lawan yang dihadapi dalam setiap pertandingan resmi. Bagi Persib, data statistik ini merupakan bukti nyata bahwa strategi jangka panjang yang diterapkan manajemen mulai membuahkan hasil.
Para pendukung setia, Bobotoh, memiliki alasan kuat untuk bangga melihat tim kesayangannya mampu bersaing dengan nama-nama besar di Thailand dan Malaysia.
Konsistensi di level internasional melalui kompetisi AFC Challenge League akan menjadi ujian selanjutnya bagi Persib untuk terus mendaki peringkat dunia. Jika mampu mempertahankan performa apik, posisi mereka berpeluang segera melampaui Buriram United dalam pembaruan data mendatang.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor











