
Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia atau Peruri resmi membuka pendaftaran kompetisi Peruri Chip Hackathon 2026 bagi mahasiswa di seluruh Indonesia hingga 8 Oktober 2026.
Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong kreativitas talenta muda sekaligus memperkuat ekosistem teknologi digital nasional melalui pengembangan berbagai solusi berbasis teknologi chip.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi sosialisasi yang diselenggarakan secara daring pada 29 September 2026. Tahapan kompetisi mencakup proses seleksi administratif, pelatihan intensif bagi lima tim terpilih, hingga babak presentasi bagi tiga tim terbaik.
Head of Corporate Secretary Peruri, Adi Sunardi, menyatakan bahwa program ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah minat pada pengembangan solusi digital dan inovasi teknologi semikonduktor.
”Melalui Peruri Chip Hackathon 2026, kami ingin membuka ruang bagi talenta muda untuk mengembangkan ide dan inovasinya dalam bidang chip, sekaligus mengambil bagian dalam memperkuat kedaulatan digital Indonesia,” ujar Adi Sunardi dalam keterangan resminya.
Kompetisi ini menuntut partisipasi aktif dari peserta untuk menghasilkan rancangan teknis yang aplikatif. Dengan keterlibatan langsung dalam pengembangan teknologi semikonduktor, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh pengalaman praktis sebelum memasuki dunia industri yang sesungguhnya.
Pengembangan teknologi chip saat ini menjadi fokus strategis dalam transformasi digital di banyak negara termasuk Indonesia. Penguasaan teknologi ini diyakini mampu meningkatkan daya saing bangsa dalam menciptakan infrastruktur keamanan digital yang lebih mandiri dan kuat.
Bagi mahasiswa yang tertarik, pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui kanal resmi yang disediakan oleh pihak penyelenggara. Seluruh tahapan kompetisi dirancang untuk memberikan ruang pendampingan agar setiap gagasan yang masuk memiliki potensi untuk diimplementasikan.
Pihak Peruri mengharapkan keterlibatan aktif dari berbagai perguruan tinggi di tanah air dalam ajang ini. Partisipasi dari lintas disiplin ilmu diharapkan dapat menghasilkan variasi solusi yang lebih kaya, terutama terkait penggunaan chip dalam sistem keamanan data maupun transaksi elektronik.
Proses seleksi akan dilakukan secara ketat dengan melibatkan para ahli di bidangnya. Hal ini dilakukan demi menjaring inovasi yang benar-benar relevan dengan kebutuhan industri teknologi saat ini serta memiliki nilai guna tinggi bagi masyarakat luas.
Informasi lebih lanjut mengenai kriteria peserta serta teknis pengiriman proposal sudah tersedia pada situs resmi milik Peruri. Peserta diingatkan untuk memperhatikan batas waktu pendaftaran agar tidak tertinggal dalam proses seleksi awal.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor