Presiden Prabowo Respons Kemenangan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 di Bangkok, Thailand, pada Selasa malam.
Skuad Garuda memastikan gelar juara setelah menaklukkan Thailand lewat drama adu penalti dengan skor 4-2, menyusul hasil imbang 2-2 selama 120 menit pertandingan. Kemenangan ini mencatatkan sejarah baru bagi sepak bola nasional di kancah internasional.
Prabowo menilai determinasi yang ditunjukkan oleh para pemain di lapangan sangat luar biasa hingga menit terakhir pertandingan. Ia merasa bangga karena tim mampu mempertahankan konsistensi permainan meski berada di bawah tekanan besar dari tuan rumah.
Presiden mengatakan bahwa rasa gembira dan syukur menyelimuti seluruh masyarakat Indonesia atas pencapaian ini. Perjuangan tanpa menyerah tersebut dianggap sebagai bentuk semangat nasionalisme yang membanggakan bangsa.
Terkait apresiasi finansial atau bonus bagi para pemain, Prabowo menyatakan bahwa urusan tersebut sepenuhnya berada di bawah koordinasi Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Ia memberikan otoritas teknis kepada federasi untuk mengatur mekanisme pemberian insentif tersebut.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir, yang ditemui secara terpisah, belum memberikan rincian nominal atau bentuk bonus yang akan diterima pemain. Namun, ia memberikan indikasi kuat mengenai dukungan dari pihak pemerintah.
Erick Thohir secara singkat menyebut bahwa Presiden turut memberikan perhatian khusus dalam skema pemberian bonus tersebut. Ia memastikan apresiasi bagi skuad asuhan pelatih akan segera diumumkan pada waktu yang tepat.
Keberhasilan di ajang FIFA ASEAN Cup 2026 ini merupakan gelar juara bergengsi pertama bagi timnas senior Indonesia dalam rentang waktu 35 tahun terakhir. Terakhir kali Indonesia merasakan podium tertinggi terjadi pada gelaran SEA Games 1991.
Kemenangan kali ini dianggap sebagai tonggak kebangkitan sepak bola tanah air yang sempat mengalami paceklik prestasi dalam periode yang cukup lama. Prestasi ini juga mengakhiri penantian panjang publik sepak bola nasional yang merindukan trofi internasional.
Transformasi di tubuh PSSI serta kebijakan pembinaan pemain yang lebih masif dinilai menjadi faktor pendukung utama performa timnas. Fokus pemerintah kini diarahkan untuk terus mempertahankan tren positif tersebut dalam agenda pertandingan FIFA berikutnya.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor











