PT Surya Dhoho Investama Ambil Alih Operasional Penuh Bandara Dhoho Kediri

PT Surya Dhoho Investama kini memegang kendali penuh atas operasional Bandara Dhoho di Kediri, Jawa Timur.
Langkah ini diambil setelah kerja sama operasional antara perusahaan tersebut dengan PT Angkasa Pura Indonesia resmi berakhir pada 31 Agustus 2026. Keputusan ini diperkuat melalui Surat Keputusan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP-DJPU 216 TAHUN 2026 yang diterbitkan pada 25 September 2026.
Pengakhiran skema kerja sama ini mencakup penyelesaian hak dan kewajiban dari kedua belah pihak. Selain itu, proses transisi meliputi penyerahan dokumen penting, aset fisik, dan peralihan tanggung jawab operasional secara menyeluruh kepada pihak pengelola bandara.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, memastikan bahwa perubahan ini tidak akan mengganggu layanan penerbangan bagi masyarakat.
Pihak pemerintah menegaskan bahwa berakhirnya hubungan kerja sama ini murni bersifat administratif antar-korporasi. Fasilitas bandara tetap menjalankan fungsinya dengan standar normal sesuai prosedur yang berlaku.
Lukman F. Laisa menyatakan bahwa pengakhiran perjanjian tersebut didasari oleh itikad baik antara PT Surya Dhoho Investama dan PT Angkasa Pura Indonesia. Hal ini dilakukan guna memastikan pengelolaan aset strategis tersebut dapat berjalan lebih mandiri ke depan.
Masyarakat tidak perlu khawatir mengenai nasib operasional bandara ini. Pemerintah menjamin bahwa Bandara Dhoho tetap terbuka untuk melayani kebutuhan transportasi udara tanpa ada penutupan layanan selama masa transisi berlangsung.
Sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan pengawasan ketat terhadap standar keselamatan. Fokus utama pengawasan meliputi kesiapan personel, sistem manajemen keselamatan, serta rencana darurat bandara yang harus tetap sesuai dengan regulasi penerbangan nasional.
PT Surya Dhoho Investama kini sedang memproses legalitas pengelolaan mandiri melalui pengajuan Sertifikat Standar Badan Usaha Bandar Udara kepada Menteri Perhubungan. Perusahaan juga melengkapi dokumen pendukung, seperti manual aerodrome dan program keamanan bandara, guna mendapatkan sertifikat bandara internasional yang baru.
Bandara Dhoho Kediri merupakan salah satu infrastruktur strategis di Jawa Timur yang diharapkan mampu mendongkrak konektivitas di wilayah selatan. Dengan pengelolaan mandiri, pengelola memiliki kewenangan lebih luas untuk menentukan pengembangan layanan dan fasilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar domestik maupun internasional.
Transisi ini menjadi babak baru bagi operasional bandara yang sempat dikelola dengan skema kerja sama sejak awal beroperasi. Seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk menjaga efisiensi agar kualitas pelayanan kepada penumpang tetap menjadi prioritas utama tanpa penurunan standar sedikit pun.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)







