Langsung ke konten
beritana
Breaking

Sam Altman Dikecam Usai Sarankan ChatGPT Jadi Asisten Pengasuh Anak

Foto Beritana UpdateBeritana Update2 menit bacaTech
Sam Altman is still making the case for parenting via ChatGPT
Image Credits:Kyle Grillot/Bloomberg / Getty Images

CEO OpenAI, Sam Altman, menuai kritik luas setelah mempromosikan penggunaan ChatGPT sebagai alat bantu bagi orang tua dalam berinteraksi dengan anak-anak mereka.

Altman menyarankan orang tua untuk menghubungkan kalender keluarga dengan ChatGPT Work agar sistem tersebut bisa membuat siniar harian saat perjalanan menuju sekolah. Siniar ini nantinya akan membacakan jadwal kegiatan anak, seperti pertandingan sepak bola atau pengingat ulang tahun.

Unggahan tersebut segera memicu reaksi negatif dari warganet, termasuk kreator serial Gravity Falls, Alex Hirsch. Dia menuliskan pertanyaan singkat namun tajam, mengapa orang tua tidak mencoba berbicara langsung dengan anak-anak mereka saja.

Respons Hirsch jauh lebih viral dibandingkan unggahan awal Altman. Hingga Sabtu pagi, komentar Hirsch telah disukai oleh lebih dari 122.000 pengguna, melampaui jumlah atensi yang didapat oleh ide orisinal bos OpenAI tersebut.

Fenomena ini bukan hal baru dalam dunia teknologi. Sebelumnya, CEO Microsoft, Satya Nadella, juga pernah menyatakan bahwa ia berhenti mendengarkan siniar favoritnya dan beralih meminta chatbot kecerdasan buatan untuk merangkum konten tersebut saat sedang berkendara.

Bagi Altman, teknologi ini dianggap sebagai solusi yang memudahkan transisi peran orang tua. Dalam sebuah wawancara di acara Jimmy Fallon tahun lalu, ia bahkan mengaku sulit membayangkan bagaimana seseorang bisa membesarkan bayi tanpa bantuan ChatGPT.

OpenAI saat ini terlihat serius mengejar pangsa pasar keluarga. Perusahaan tersebut baru saja membuka lowongan kerja untuk manajer produk yang berpengalaman dalam membangun kepercayaan konsumen di sektor pengasuhan anak.

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya tekanan hukum terhadap OpenAI. Perusahaan tersebut kini sedang menghadapi serangkaian tuntutan dari keluarga yang mengeklaim bahwa penggunaan chatbot telah berdampak negatif pada kesehatan mental anggota keluarga mereka.

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update