Serangan Drone Rusia Hantam Taman di Ukraina, Enam Orang Termasuk Anak-Anak Tewas

Serangan pesawat nirawak Rusia yang menghantam sebuah taman di Ukraina mengakibatkan enam orang tewas, termasuk anak-anak. Insiden mematikan ini menambah panjang daftar korban sipil dalam konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Pihak berwenang setempat mengonfirmasi bahwa serangan terjadi saat warga sedang beraktivitas di ruang publik yang seharusnya aman.
Ledakan keras terdengar sesaat sebelum unit pertahanan udara berusaha mencegat proyektil yang mendekat. Namun, salah satu drone bermuatan peledak berhasil menembus barisan pertahanan dan meledak tepat di tengah area bermain. Lokasi kejadian kini dipenuhi puing-puing bangunan dan sisa-sisa fasilitas taman yang hancur berantakan.
Dua dari enam korban jiwa dilaporkan masih berusia di bawah sepuluh tahun. Tim penyelamat segera dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi korban luka yang jumlahnya diperkirakan terus bertambah.
Keadaan darurat segera diberlakukan di wilayah tersebut untuk mencegah jatuhnya lebih banyak korban jika terjadi serangan susulan.
Pesawat nirawak yang digunakan dalam serangan ini diyakini merupakan jenis Shahed buatan Iran yang sering dioperasikan oleh militer Rusia. Drone ini dikenal memiliki biaya produksi rendah namun mampu membawa hulu ledak yang cukup kuat untuk menghancurkan struktur beton. Penggunaan senjata ini secara intensif dalam beberapa bulan terakhir telah mengubah pola peperangan di wilayah timur dan selatan Ukraina.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyatakan duka cita mendalam kepada keluarga para korban yang kehilangan orang tercinta. Beliau kembali menegaskan bahwa komunitas internasional harus memberikan dukungan lebih nyata berupa sistem pertahanan udara yang lebih canggih.
Menurut Zelenskyy, setiap keterlambatan pengiriman senjata berarti lebih banyak nyawa warga sipil yang terancam hilang.
Sejak invasi dimulai pada Februari 2022, ribuan warga sipil telah menjadi korban dalam serangan yang sering kali menyasar pemukiman penduduk. Organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa Bangsa berulang kali memperingatkan bahwa serangan terhadap warga sipil merupakan pelanggaran hukum kemanusiaan internasional. Moskow sendiri secara konsisten membantah tuduhan bahwa mereka sengaja menargetkan penduduk non-kombatan meskipun bukti di lapangan menunjukkan hal sebaliknya.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor















