
Teknologi Deep Learning Super Sampling atau DLSS yang selama ini eksklusif bagi pengguna kartu grafis NVIDIA GeForce RTX kini mulai merambah ke perangkat kompetitor. Melalui modifikasi perangkat lunak terbaru bertajuk DLSS-NR, pemilik kartu grafis AMD Radeon kini memiliki kesempatan merasakan fitur pengolah citra berbasis kecerdasan buatan tersebut secara lintas platform.
Modifikasi ini dikembangkan oleh Daniel Blanco untuk menjembatani kesenjangan fitur antara dua raksasa produsen unit pengolah grafis dunia.
Pada pembaruan versi 0.8.0, perangkat lunak ini menghadirkan kemampuan Super Resolution, Frame Generation, hingga Ray Reconstruction. Sebelumnya, Daniel Blanco hanya berfokus pada fitur Neural Rendering untuk unit pengolah grafis milik AMD. Pengembang juga menyematkan dukungan FSR 4.1.1 guna memastikan hasil visual yang lebih stabil saat diaplikasikan pada berbagai judul gim.
Cakupan perangkat yang didukung tergolong luas, mulai dari seri Radeon RX 6.000 hingga lini terbaru RX 9.000. Artinya, pengguna arsitektur grafis RDNA 2, RDNA 3, hingga RDNA 4 dapat menguji coba fitur ini pada sistem mereka masing-masing.
DLSS sendiri merupakan teknik peningkatan skala resolusi gambar yang memanfaatkan jaringan saraf tiruan guna meningkatkan performa gim tanpa mengorbankan kualitas visual secara drastis.
Biasanya fitur ini memerlukan perangkat keras khusus bernama Tensor Cores yang hanya tersedia pada kartu grafis seri RTX milik NVIDIA. Modifikasi DLSS-NR bekerja dengan cara menerjemahkan instruksi tersebut agar bisa dipahami oleh perangkat keras AMD melalui lapisan perangkat lunak tambahan. Metode ini memberikan alternatif bagi pemain yang menginginkan kualitas gambar tajam namun belum beralih ke ekosistem NVIDIA.
Untuk menggunakan modifikasi ini, pemain perlu memasang NeuralHub Mod Loader pada komputer mereka terlebih dahulu. Pengaturan fitur nantinya dapat diakses secara langsung melalui antarmuka atau overlay saat gim sedang berjalan.
Berdasarkan klaim pengembang, kualitas gambar yang dihasilkan oleh DLSS-NR sudah mendekati performa bawaan pada kartu grafis NVIDIA. Saat diuji menggunakan kartu grafis Radeon RX 9.070 XT, sistem mampu menjalankan gim pada resolusi 1.080p dengan kecepatan 90 hingga 100 bingkai per detik. Daniel Blanco masih terus melakukan optimasi dengan target performa yang sebanding dengan GeForce RTX 5.070 Ti di masa depan.
"Hasil visualnya sangat mendekati aslinya meski beberapa efek pencahayaan masih memerlukan perbaikan lebih lanjut," tulis pengembang dalam catatan pembaruannya.
Namun, implementasi modifikasi pihak ketiga ini tidak lepas dari kendala teknis yang beragam di lapangan. Beberapa pengguna melaporkan adanya penurunan performa hingga 25 persen dibandingkan saat menggunakan fitur bawaan AMD.
Selain masalah stabilitas, perangkat lunak ini memiliki keterbatasan penggunaan pada gim yang dilengkapi sistem anti-cheat ketat. Modifikasi sistem pada level ini sering kali terdeteksi sebagai aktivitas mencurigakan oleh pelindung gim daring seperti Easy Anti-Cheat atau BattlEye. Risiko pemblokiran akun menjadi pertimbangan bagi pemain yang sering menghabiskan waktu di dunia gim kompetitif.
Meskipun demikian, inovasi ini menunjukkan antusiasme komunitas dalam mendobrak eksklusivitas fitur perangkat keras. Para pengguna kini memiliki fleksibilitas lebih besar dalam mengoptimalkan perangkat lama maupun baru mereka demi mendapatkan pengalaman bermain terbaik.
Pengembangan lebih lanjut diharapkan mampu menghilangkan gangguan visual serta meningkatkan kompatibilitas dengan lebih banyak judul gim populer di pasaran.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor