
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, menjanjikan peningkatan signifikan dalam performa timnya saat menjamu Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu, 12 September 2026 mendatang. Pernyataan ini muncul setelah Macan Kemayoran, julukan Persija, berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Borneo FC di laga tandang pada 5 September 2026.
Kemenangan di markas Borneo FC tersebut memiliki makna penting bagi skuad ibu kota. Ini memutus rekor delapan tahun tanpa kemenangan Persija di Samarinda, sekaligus membawa pulang tiga poin krusial dari laga tandang yang selalu menantang.
Gol tunggal yang dicetak oleh Alexander Jeremejeff menjadi penentu kemenangan kala itu. Namun, meskipun unggul penguasaan bola hingga 56 persen, Persija menghadapi kesulitan dalam menciptakan peluang bersih.
Data statistik menunjukkan Persija hanya mampu melepaskan delapan tembakan sepanjang pertandingan. Dari jumlah tersebut, hanya tiga yang tepat mengarah ke gawang lawan, menggambarkan belum maksimalnya efektivitas serangan mereka.
Shin Tae-yong tidak menampik bahwa performa anak asuhnya belum mencapai titik optimal. Ia mengaitkan kendala tersebut dengan masalah logistik, khususnya keterlambatan pesawat yang menghambat persiapan tim sebelum keberangkatan menuju Samarinda.
Kendati demikian, pelatih asal Korea Selatan itu menyuarakan keyakinan kuat akan perubahan positif. Shin memastikan bahwa saat berlaga di kandang sendiri, dukungan penuh Jakmania akan memicu Persija untuk tampil lebih baik.
"Untuk pertandingan berikutnya, saya pikir performa kami akan jauh lebih baik dari pertandingan hari ini," ujar Shin Tae-yong dalam konferensi pers pasca pertandingan di Samarinda. "Saya yakin kami akan tampil lebih baik."
Shin juga menyoroti profesionalisme para pemainnya. Ia menyebut bahwa setiap individu dalam tim telah memahami tugas masing-masing dan mampu mengatur diri mereka dengan baik.
"Saya hanya menciptakan lingkungan yang kondusif agar para pemain bisa mengelola diri mereka sendiri," tambahnya, menggambarkan filosofi kepelatihannya yang menekankan kemandirian pemain.
Pertandingan antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung di SUGBK memang selalu ditunggu-tunggu sebagai “El Clasico” sepak bola Indonesia. Laga ini akan berlangsung pada 12 September 2026 dan menjadi pertemuan yang sangat spesial.
Ini akan menandai pertama kalinya laga kandang Persija kontra Persib kembali digelar di stadion utama tersebut setelah absen cukup lama. Pertemuan terakhir kedua tim di SUGBK tercatat pada 10 Juli 2019, meninggalkan banyak kenangan bagi para penggemar.
Di luar lapangan, suasana menjelang derbi ini turut diwarnai inisiatif rekonsiliasi suporter. Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyambut positif deklarasi perdamaian yang dilakukan perwakilan suporter di Bali pada 4 September 2026.
Yunus Nusi mengungkapkan harapannya agar semangat damai tersebut dapat dibawa ke SUGBK. "Saya berharap demikian (damai)," katanya, merujuk pada upaya membangun hubungan yang lebih baik antarbasis suporter.
"Ada beberapa perwakilan yang datang untuk bersama-sama berangkulan, memutar di lapangan menyampaikan bahwa tidak ada rivalitas negatif di antara suporter Persib Bandung dan Persija Jakarta," jelas Yunus Nusi, menegaskan pentingnya sportivitas.
PSSI juga mendorong agar suporter tim tamu, Bobotoh—julukan pendukung Persib—dapat hadir di Jakarta. Yunus Nusi menyatakan harapannya agar mereka bisa datang ke stadion dengan mengenakan kaos biru secara terbuka dan aman, tanpa insiden.
Ketua Umum Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, mengkonfirmasi adanya keinginan kuat dari Bobotoh untuk datang langsung memberikan dukungan di Jakarta. Namun, ia menekankan bahwa kehadiran tersebut masih menunggu izin dari pihak keamanan.
Selain itu, komunikasi intensif dengan suporter Persija, The Jakmania, terus dilakukan untuk memastikan aspek keamanan. "Sudah ada pembahasan (dengan pengurus The Jakmania) tapi sifatnya masih rahasia," ujar Tobias Ginanjar di Bali pada 4 September 2026.
"Kalau harapan sih ya pasti pengin berangkat lah," tambahnya, menunjukkan antusiasme Bobotoh. Ini menggarisbawahi upaya bersama kedua belah pihak untuk menciptakan pertandingan yang aman dan meriah.
Peluang kehadiran suporter tim tamu semakin terbuka lebar dengan pencabutan larangan oleh operator liga, I.League, untuk kompetisi musim 2026-2027. Sebelumnya, aturan ini seringkali membatasi kehadiran pendukung lawan di stadion.
Meski demikian, aspek keamanan dan sejarah panjang rivalitas kedua tim tetap menjadi pertimbangan utama. Keputusan final mengenai kehadiran Bobotoh di SUGBK akan sangat bergantung pada hasil koordinasi antara kepolisian, panitia pelaksana, dan kedua kelompok suporter.
Laga ini diharapkan tidak hanya menjadi tontonan menarik di lapangan. Lebih dari itu, diharapkan dapat menjadi momentum bersejarah bagi terciptanya iklim persaingan yang sehat dan damai dalam dunia sepak bola Indonesia, diawali dari ibu kota.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor
