Suahasil Nazara: Efisiensi Anggaran APBN 2026 Prioritaskan Dampak Ekonomi

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa efisiensi anggaran pemerintah bukan hanya pemotongan alokasi belanja kementerian atau lembaga semata. Pernyataan ini disampaikan pada forum Antara Business Forum di Jakarta, Rabu, 23 September 2026, dengan penekanan pada penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tepat sasaran.
Pengalokasian dana negara harus diarahkan pada sektor-sektor strategis yang mampu memberikan efek langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Upaya pertajaman alokasi belanja menjadi langkah fundamental dalam menjaga fungsi APBN sebagai instrumen fiskal.
“APBN juga harus terus mempertajam belanja, meningkatkan efisiensi belanja dan targeting, bukan sekadar potong anggaran tapi meningkatkan efisiensi sehingga belanja masuk ke titik-titik yang sangat penting, yang mendorong pertumbuhan, memperbaiki kesejahteraan, mendorong program prioritas nasional,” ujar Suahasil Nazara.
Strategi efisiensi ini merupakan pilar penting dalam menjaga agar fungsi pembangunan negara dapat berjalan optimal. Selain itu, percepatan realisasi belanja negara perlu dilakukan sejak awal tahun anggaran.
Langkah ini bertujuan agar penyerapan dana tidak menumpuk hanya menjelang penutupan tahun, yang kerap menghambat efektivitas proyek-proyek pemerintah.
“Potensi untuk mengejar percepatan belanja negara ini menurut saya harus kita jalankan, tetapi pada saat yang bersamaan memastikan belanja negara yang dipercepat itu berlangsung secara efisien,” tegas Suahasil Nazara.
Pemerintah berprinsip bahwa akselerasi penyerapan dana tidak boleh mengabaikan kualitas penggunaan anggaran. Penyerapan yang cepat harus selalu diimbangi dengan efisiensi agar dapat menghasilkan daya guna yang nyata bagi masyarakat.
“Jadi bukan hanya sekadar dia cepat, tapi dia juga efisien sehingga berdaya guna,” tambah Suahasil Nazara.
Data menunjukkan, hingga akhir Agustus 2026, realisasi belanja negara telah mencapai 59,7 persen dari target yang ditetapkan. Sementara itu, pendapatan negara tercatat telah terealisasi sebesar 65,2 persen.
Angka ini menunjukkan progres penyerapan yang berlangsung secara berkelanjutan. Pemerintah berkomitmen penuh menjaga kesehatan APBN guna menopang perekonomian nasional di tengah berbagai tantangan.
Kesehatan APBN krusial untuk memastikan stabilitas makroekonomi dan mendukung program-program pembangunan jangka panjang.
“Sepanjang perjalanan APBN selalu kita mendorong agar APBN itu terus menumbuhkan perekonomian, APBN terus melindungi masyarakat, dan APBN tetap sehat,” pungkas Suahasil Nazara.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor








