Terbentur Aturan FIFA, Naturalisasi Dean Zandbergen Timnas Indonesia Batal

Proses naturalisasi Dean Zandbergen Timnas Indonesia dipastikan batal setelah terbentur regulasi kelayakan pemain dari Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). Penyerang FC Dinamo Bucuresti tersebut tidak memenuhi syarat administrasi keturunan yang ditetapkan badan pengatur sepak bola dunia tersebut.
Kabar batalnya proses alih kewarganegaraan ini disampaikan secara resmi oleh Staf Khusus Menteri Hukum Republik Indonesia, Noor Korompot.
Noor menjelaskan bahwa garis keturunan Indonesia milik Zandbergen terhitung terlalu jauh dalam skema aturan FIFA. Berdasarkan pelacakan dokumen paspor dan silsilah, darah Indonesia pemain berusia 25 tahun itu berasal dari kakek buyutnya di Depok, Jawa Barat. Hubungan kekerabatan tersebut masuk dalam generasi kelima yang berada di luar jangkauan regulasi internasional.
Merujuk pada Pasal 7 Statuta FIFA mengenai Kelayakan Membela Tim Nasional, seorang pesepak bola hanya bisa membela negara baru melalui jalur keturunan jika memiliki pertalian darah langsung. Pemain wajib mempunyai ayah, ibu, kakek, atau nenek kandung yang lahir di wilayah asosiasi negara yang hendak dibela.
Dengan demikian, batasan maksimal yang diakui secara sah oleh FIFA adalah generasi ketiga atau tingkat kakek dan nenek kandung.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, telah mengonfirmasi bahwa kendala hukum tersebut membuat nama Zandbergen dicoret dari rencana jangka panjang Skuad Garuda. Tim kepelatihan kini mengalihkan fokus pencarian pada opsi juru gedor lain yang memenuhi kriteria yuridis dan administrasi. Keputusan ini diambil guna menghindari sanksi sengketa pemain ilegal di laga resmi FIFA.
Kegagalan ini mendatangkan kekecewaan bagi publik sepak bola tanah air yang mengharapkan amunisi baru di lini depan. Zandbergen sebelumnya menjadi perbincangan hangat berkat ketajamannya di kasta kedua Liga Belanda, Eerste Divisie, bersama VVV-Venlo pada musim 2025/2026.
Torehan 15 gol menjadikan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak klub pada musim tersebut. Catatan impresif ini yang mendorong tim pemandu bakat PSSI memasukkan namanya ke dalam daftar calon penyerang masa depan Indonesia. Kepindahannya ke FC Dinamo Bucuresti di kasta tertinggi Liga Rumania semakin membuktikan kapasitasnya sebagai penyerang potensial.
Kendati seorang pemain berhasil memperoleh paspor Indonesia, status perpindahan asosiasi sepak bola tetap sepenuhnya berada di bawah otoritas FIFA.
PSSI dan Kementerian Hukum belakangan ini memang gencar melakukan percepatan alih kewarganegaraan bagi para pemain diaspora. Langkah ini menjadi strategi akselerasi untuk meningkatkan kualitas kompetitif Timnas Indonesia di panggung internasional, khususnya kualifikasi Piala Dunia. Namun, ketelitian data silsilah tetap menjadi syarat mutlak yang tidak bisa diabaikan.
Kasus Zandbergen memberikan pelajaran berharga mengenai pentingnya audit dokumen keturunan sejak tahap awal pemantauan pemain. Pemerintah beserta PSSI kini memfokuskan pemindaian pada nama-nama lain yang dokumen garis keturunannya valid hingga tingkat kakek atau nenek.
Kegagalan perpindahan federasi ini sekaligus menutup peluang Zandbergen membela Timnas Indonesia dalam agenda terdekat kompetisi resmi.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor












