:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379442/original/072640700_1792623284-mu.jpg)
Gelandang Youri Tielemans menyoroti buruknya performa Manchester United setelah timnya menelan kekalahan telak 1-4 dari Como dalam ajang Liga Champions. Kekalahan ini memicu permintaan maaf dari Tielemans kepada para suporter, sekaligus desakan untuk segera berbenah demi perbaikan tim.
Manchester United harus mengakui keunggulan Como dengan skor 1-4 pada matchday ketiga Liga Champions 2026/2027. Pertandingan yang berlangsung di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Rabu (21/10/2026) malam WIB, menjadi cerminan tumpulnya strategi dan koordinasi Setan Merah di lapangan.
Como langsung unggul cepat saat laga baru berjalan dua menit melalui gol Nico Paz. Keunggulan tersebut semakin diperlebar dengan lesakan Anastasios Douvikas, gol kedua Paz, serta sundulan Jacobo Ramon yang menempatkan Manchester United dalam situasi sangat sulit di awal pertandingan.
Tim tamu tidak mampu memberikan respons yang cukup untuk mengejar ketertinggalan. Gol hiburan dari Joshua Zirkzee menjelang akhir pertandingan tidak cukup mengubah hasil akhir, meninggalkan catatan serius bagi pelatih dan jajaran staf kepelatihan Manchester United.
Youri Tielemans secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung yang telah jauh-jauh datang ke Italia untuk memberikan dukungan. Ia mengakui timnya gagal menunjukkan kualitas terbaik dalam laga krusial tersebut di hadapan mereka.
Melalui wawancara dengan MUTV seusai laga, Tielemans mengungkapkan bahwa gol cepat Como di awal pertandingan langsung merusak rencana Manchester United. Tim bertekad tampil menyerang dan menekan lawan, tetapi semua berjalan di luar harapan awal.
Upaya memperbaiki keadaan di ruang ganti saat jeda babak pertama juga tidak membuahkan hasil signifikan. Como justru kembali mencetak gol tak lama setelah babak kedua dimulai, memperburuk kondisi psikologis skuad dan membuat suasana semakin suram.
"Kami bermain sangat buruk dan kebobolan setelah dua menit, sehingga kami langsung berada dalam posisi sulit. Kami ingin bermain positif dan terus maju, tetapi pertandingan ini tidak berjalan seperti yang kami harapkan," kata Tielemans.
Gelandang asal Belgia ini menambahkan, "Pada babak pertama, kami lebih banyak membicarakan upaya untuk kembali ke pertandingan. Namun, mereka mencetak gol tidak lama setelah babak kedua dimulai, sehingga suasana di ruang ganti tidak bagus."
Tielemans mengidentifikasi kurangnya konektivitas antarpemain sebagai salah satu masalah utama yang terjadi sepanjang pertandingan. Hal ini berdampak pada tekanan terhadap Como yang tidak berjalan efektif, serta kesulitan para pemain dalam mengambil keputusan tepat saat menguasai bola.
Kondisi tersebut memberikan Como keleluasaan untuk membangun serangan dan mengeksploitasi celah di lini pertahanan Manchester United. Ini menunjukkan adanya kerentanan struktural yang perlu segera diatasi oleh jajaran pelatih dan tim.
Tielemans menegaskan, timnya harus segera bangkit dan mempersiapkan diri untuk jadwal pertandingan berikutnya. Ia mengakui banyak hal fundamental yang hilang dari permainan tim pada malam itu.
"Kami harus segera melangkah maju karena masih ada pertandingan yang akan datang. Banyak hal yang hilang dari permainan kami malam ini," ujarnya dengan nada kecewa.
Secara spesifik, Tielemans menyoroti, "Kami tidak bermain sebagai satu kesatuan, kerja sama tim tidak berjalan baik, tekanan kami tidak efektif, dan ketika menguasai bola, kami tidak mampu mengambil keputusan yang tepat. Akibatnya, kami menjadi frustrasi sepanjang pertandingan, sementara Como terlalu mudah melewati kami dan ini menjadi malam yang buruk."
Kekecewaan Tielemans tidak hanya terhadap hasil, tetapi juga performa yang disajikan di hadapan para pendukung setia. Ia memahami dedikasi suporter yang telah mengeluarkan waktu dan tenaga untuk datang ke Italia, namun harus pulang dengan hasil mengecewakan.
Menurut Tielemans, permintaan maaf harus diiringi dengan perubahan nyata di lapangan. Ia mendesak setiap pemain untuk menunjukkan rasa tanggung jawab dengan meningkatkan performa dan berjuang lebih keras demi klub ke depannya.
"Mereka telah menempuh perjalanan jauh dan tentu tidak ingin menyaksikan penampilan seperti ini. Satu-satunya hal yang bisa kami lakukan sekarang adalah meminta maaf," kata Tielemans.
Ia menutup pernyataannya dengan penekanan, "Kami bisa meminta maaf sebanyak apa pun, tetapi kami harus menunjukkan performa yang lebih baik di lapangan dan saat ini kami belum melakukannya. Ini adalah masa yang sulit bagi mereka dalam mendukung klub, dan kami sebagai pemain harus berjuang lebih keras."
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor