Tragedi Maut di Six Flags Georgia: Seorang Pria Tewas Terlempar dari Rollercoaster

Seorang pria bernama Hassan Jihad Ibn Kariem, 42 tahun, tewas setelah terlempar dari wahana permainan rollercoaster di taman hiburan Six Flags Over Georgia, Amerika Serikat, pada Senin lalu.
Kepolisian Cobb County mengungkapkan bahwa korban ditemukan meninggal dunia di bawah area lintasan wahana setelah sempat membentur penumpang lain saat terlempar dari kursinya. Insiden tragis ini memicu penutupan sementara sembilan wahana serupa di berbagai lokasi Six Flags di Amerika Serikat dan Kanada sebagai bentuk antisipasi keselamatan.
Saksi mata di lokasi kejadian, Nick Mendenhall, mengaku sangat terguncang saat melihat korban keluar dari kursi dan menghantam gerbong lain sebelum jatuh ke permukaan tanah. Beberapa pengunjung lain yang sedang mengantre juga melaporkan kepanikan massal setelah melihat ada kursi kosong dengan pengaman yang terbuka saat kereta kembali ke titik awal.
Pihak pengelola Six Flags menyatakan duka mendalam atas kejadian yang menimpa salah satu pengunjung mereka. Sebagai langkah lanjutan, kantor komisaris asuransi dan keselamatan kebakaran negara bagian Georgia saat ini sedang melakukan investigasi menyeluruh serta memeriksa setiap detail komponen wahana untuk memastikan tidak ada kerusakan teknis.
Rollercoaster tipe Goliath yang diduga terlibat dalam insiden ini merupakan salah satu atraksi paling populer yang dibuka sejak 2006. Wahana tersebut memiliki ketinggian sekitar 60 meter dengan kecepatan luncur mencapai 112 kilometer per jam, yang oleh pengelola dikategorikan dalam tingkat risiko empat dari skala lima.
Kariem dikenal sebagai sosok ayah yang berdedikasi dan merupakan penyintas kanker dua kali. Ia bekerja di Wesley International Academy selama lebih dari 12 tahun sebagai manajer TI dan pelatih robotika, sebuah kehilangan besar yang diakui oleh pihak sekolah melalui pernyataan resmi mereka.
Taman hiburan Six Flags sendiri tercatat memiliki riwayat insiden serupa di masa lalu, termasuk kasus kecelakaan di Texas dan New York yang melibatkan kegagalan sistem pengaman. Investigasi federal dan lokal hingga saat ini masih berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti mengapa pengaman pada kursi tersebut terbuka saat wahana sedang dalam kecepatan tinggi.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor









