
Setidaknya 37 orang dilaporkan tewas di selatan Nigeria setelah menghirup asap berbahaya saat mencoba menyedot minyak mentah secara ilegal dari sebuah kapal. Insiden tragis ini terjadi di tengah maraknya kasus pencurian minyak yang meresahkan di wilayah Delta Niger.
Sebuah organisasi lingkungan Nigeria, Youth and Advocacy Centre, mengonfirmasi jumlah korban jiwa tersebut. Mereka menjelaskan bahwa sebagian besar korban meninggal dunia akibat keracunan asap saat beraksi di Okrika, Rivers State, pada Kamis malam waktu setempat.
Pihak kepolisian telah mengakui terjadinya insiden fatal itu, namun memberikan detail yang lebih sedikit. Mereka menyatakan bahwa penyelidikan mendalam masih terus berlangsung untuk menguak seluruh fakta.
Menurut kelompok lingkungan tersebut, kejadian nahas itu berlangsung di sebuah dermaga saat sebuah kapal sedang memuat minyak dari fasilitas Indorama Eleme Petrochemical melalui Port Harcourt Refinery. Para korban merupakan "tersangka pencuri minyak" yang berusaha menyedot komoditas tersebut ke dalam perahu-perahu mereka melalui "titik penyadapan ilegal."
Youth and Advocacy Centre menambahkan, mengutip jaringan sukarelawan mereka, beberapa orang lainnya masih dinyatakan hilang. Ada kekhawatiran bahwa mereka mungkin telah tenggelam di perairan sekitar lokasi kejadian.
"Komando Kepolisian Rivers State dapat mengonfirmasi adanya kematian tersebut. Para korban diduga sedang berusaha mencuri minyak mentah," kata juru bicara kepolisian, Blessing Agbabe.
Pencurian minyak merupakan masalah endemik yang sangat umum terjadi di wilayah Delta Niger, Nigeria, negara produsen minyak terbesar di Afrika. Wilayah ini dikenal sebagai titik panas kemiskinan dan degradasi lingkungan yang parah, seringkali memicu praktik ilegal seperti penadahan minyak.
Pemerintah Nigeria memperkirakan kerugian akibat pencurian minyak mencapai miliaran dolar Amerika Serikat setiap tahunnya, setara dengan triliunan rupiah. Berbagai upaya telah ditempuh untuk menekan praktik ini, namun masih menemui banyak tantangan.
Selain kerugian ekonomi, proses penyadapan minyak secara ilegal juga sering menyebabkan kebocoran dan kerusakan lingkungan yang signifikan. Tumpahan minyak mencemari sungai dan tanah, merusak ekosistem serta mata pencarian masyarakat lokal yang bergantung pada pertanian dan perikanan.
Jika jumlah korban jiwa ini terkonfirmasi, insiden di Okrika akan menjadi kecelakaan paling mematikan yang tercatat terkait upaya pencurian minyak sejak setidaknya Oktober 2023. Peristiwa ini menggarisbawahi risiko ekstrem yang dihadapi oleh mereka yang terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut.
Meskipun demikian, Nigeria Security and Civil Defense Corps (NSCDC), sebuah lembaga keamanan sipil Nigeria, menyatakan bahwa angka korban jiwa yang beredar masih belum terverifikasi secara resmi. NSCDC menegaskan mereka sedang bekerja sama dengan lembaga keamanan lainnya untuk mengklarifikasi detail insiden.
Kasus pencurian minyak di Delta Niger bukan sekadar masalah kriminalitas, tetapi juga merupakan cerminan dari kompleksitas isu sosio-ekonomi. Kurangnya lapangan kerja dan kemiskinan ekstrem di antara komunitas penghasil minyak seringkali mendorong individu pada kegiatan berbahaya ini sebagai upaya bertahan hidup.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor