Vivo Seri X500 Meluncur September: Fokus Utama pada Fotografi Mobile Profesional

Vivo secara resmi menjadwalkan peluncuran lini produk unggulan terbaru mereka, seri X500, yang akan berlangsung di China pada 21 September 2026 mendatang.
Pengumuman ini menegaskan ambisi perusahaan untuk mendominasi pasar ponsel pintar kelas atas, khususnya melalui keunggulan fitur fotografi dan videografi yang terintegrasi di dalamnya. Langkah ini merespons kebutuhan pasar global akan perangkat mobile yang mampu menyamai kualitas kamera profesional.
Seri terbaru ini membawa teknologi sensor mutakhir yang diberi nama Blueprint LightGuard 900. Sensor tersebut mampu menangani rentang dinamis atau ultra high dynamic range hingga 17EV, yang memungkinkan pengguna mengambil gambar dengan detail tajam pada area gelap maupun terang secara bersamaan.
Tidak hanya sensor, sistem stabilisasi gambar juga mendapatkan peningkatan signifikan dengan teknologi CIPA 7.0 yang disematkan pada kamera utama serta lensa telefoto periskop. Teknologi ini memungkinkan pengambilan foto dan video yang stabil tanpa harus menggunakan alat bantu tambahan seperti gimbal.
Berdasarkan bocoran spesifikasi yang beredar, perangkat ini menawarkan fitur perekaman video kelas sinematik, termasuk kemampuan slow motion 4K pada 240 fps serta video HDR 4K pada 120 fps. Dukungan terhadap encoding 10-bit 4:2:2 dan standar warna ACES semakin mempertegas orientasi perangkat ini bagi para kreator konten serius.
Model tertinggi, Vivo X500 Pro Max, diprediksi mengusung konfigurasi kamera yang sangat mumpuni. Perangkat ini dikabarkan membawa lensa utama 50 MP, lensa ultrawide 50 MP, serta sensor telefoto periskop Samsung HP0 berkekuatan 200 MP untuk kebutuhan pembesaran gambar jarak jauh.
Untuk menambah fleksibilitas, Vivo juga menyiapkan aksesori teleconverter 400 mm yang dirancang khusus bagi seri Pro Max. Aksesori ini ditujukan untuk memotret objek yang sangat jauh, seperti suasana konser musik atau pemandangan lanskap alam yang luas.
Kecerdasan buatan turut hadir melalui fitur AI Photography Assistant yang memberikan rekomendasi komposisi, pengaturan pose, hingga penyesuaian warna secara otomatis. Pengguna bahkan dapat melakukan penyuntingan gambar langsung melalui perintah bahasa alami dalam galeri ponsel.
Sementara itu, varian standar X500 disebut akan menggunakan sensor Sony LYTIA-828 berukuran 1,28 inci dengan kombinasi telefoto Sony LYTIA-610. Seluruh varian akan ditenagai oleh perangkat keras premium dengan layar BOE Q11 2K berukuran 6,83 inci pada model tertinggi.
Meskipun spesifikasi inti mulai terungkap, pihak Vivo belum memberikan konfirmasi mengenai chipset, harga jual, maupun rencana ketersediaan global termasuk di Indonesia. Seluruh rincian mengenai performa dan detail harga baru akan dibuka secara resmi pada acara peluncuran mendatang.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor









