Meskipun San Francisco dikenal sebagai kota para bohemian berjiwa bebas, industri teknologi dan para pekerjanya justru identik dengan hoodie, rompi Patagonia, dan sepatu olahraga mahal, bahkan jika mereka berdandan sekalipun.
Sebagai contoh, miliarder Alexandr Wang, yang kini memimpin Superintelligence Labs Meta yang krusial, baru-baru ini diwawancarai oleh Garry Tan dari Y Combinator di hadapan stadion yang penuh. Ia tampak mengenakan kaus Nintendo pudar dan sandal Crocs. Nyaman? Tentu. Modis? Jelas tidak.
Namun, tren ini mungkin mulai berubah. Mark Zuckerberg, bos Wang, yang dulu selalu tampil dengan kaus abu-abu polos dan jeans, dalam beberapa tahun terakhir telah berupaya menjadi lebih modis.
Zuckerberg dan istrinya, Priscilla Chan, bahkan terlihat duduk di barisan depan peragaan busana Prada musim ini. Kampanye terbaru untuk Meta Glasses juga menampilkan sejumlah duta selebriti dan memiliki estetika yang menyerupai iklan Saint Laurent atau Balenciaga.
OpenAI dan Palantir belakangan merilis kolaborasi merchandise yang menonjolkan gaya minimalis para pekerja teknologi. Garis pakaian Palantir, misalnya, terinspirasi dari Off-White karya Virgil Abloh yang ikonis.
Secara kreatif, ada banyak potensi yang bisa dieksplorasi dari gaya khas California Utara yang bersahaja. Dikelilingi oleh alam yang indah dan suhu yang lebih sejuk, industri teknologi San Francisco dapat menjadi inspirasi bagi banyak desainer mode. Patut dinantikan gaun berwarna terakota terinspirasi Claude atau quarter-zip berlogo Vogue di masa mendatang.