Aptos Luncurkan Encrypted Mempool untuk Cegah Serangan Bot dan Manipulasi Harga

Jaringan blockchain Layer-1 Aptos resmi meluncurkan fitur keamanan terbaru bernama Encrypted Mempool untuk melindungi para pengguna dari ancaman manipulasi perdagangan.
Fitur opsional ini dirancang untuk menyembunyikan detail transaksi hingga urutan blok difinalisasi, sehingga menutup celah bagi bot untuk melakukan eksploitasi pasar.
Dalam dunia kripto, mempool berfungsi sebagai ruang tunggu digital bagi transaksi yang belum diproses oleh validator. Selama masa tunggu ini, detail transaksi biasanya terbuka bagi siapa saja yang memantau jaringan, termasuk operator bot berbahaya.
Pihak Aptos menjelaskan bahwa bot sering kali memantau aktivitas di mempool untuk melakukan frontrunning atau serangan sandwich. Fenomena ini memungkinkan bot untuk menyisipkan transaksi mereka di depan transaksi pengguna asli, sehingga mereka bisa mendapatkan keuntungan dari perubahan harga yang terjadi akibat transaksi pengguna tersebut.
Sebagai gambaran, kerugian akibat serangan sandwich pada jaringan Ethereum mencapai USD 60 juta atau sekitar Rp944 miliar dalam periode setahun hingga Oktober 2025. Data dari Bitquery bahkan mencatat hampir 6,9 juta serangan serupa terjadi di jaringan Solana yang berdampak pada sekitar 2,2 juta dompet digital.
Fitur baru dari Aptos ini bekerja dengan cara mengenkripsi konten transaksi langsung dari perangkat pengguna sebelum dikirimkan ke jaringan. Meskipun alamat pengirim dan biaya gas tetap terlihat, detail krusial seperti jenis aset dan jumlah dana yang dipindahkan akan tetap tersembunyi dari pantauan publik.
Validator kemudian mengatur urutan transaksi tanpa mengetahui isi di dalamnya. Setelah urutan disepakati, seluruh validator secara kolektif membuka enkripsi tersebut untuk mengeksekusi transaksi secara permanen di blockchain.
Teknik ini memastikan tidak ada satu validator pun yang bisa mengintip atau mendekripsi transaksi secara sepihak sebelum urutannya dikunci. Langkah tersebut efektif membatasi ruang gerak bot yang mencoba memanipulasi perdagangan demi keuntungan pribadi.
Meski menawarkan keamanan, fitur ini mengharuskan pengguna membayar biaya tambahan sebagai kompensasi atas kerumitan teknis yang ada. Dokumentasi pengembang Aptos menyatakan bahwa transaksi terenkripsi dikenakan biaya gas minimal dua kali lipat dari harga dasar jaringan.
Selain itu, sistem ini menambah latensi sekitar 20 milidetik per blok dalam pengujian dengan 50 node. Angka ini relatif kecil dibandingkan dengan peningkatan privasi dan perlindungan aset yang didapatkan oleh para pedagang institusional maupun ritel.
Langkah Aptos ini menyusul upaya serupa yang dilakukan oleh jaringan lain seperti Gnosis Chain dan Flashbots di ekosistem Ethereum. Namun, Aptos menegaskan perbedaan mereka terletak pada mekanisme desentralisasi, di mana tugas pengurutan dan dekripsi dilakukan langsung oleh validator bawaan tanpa bantuan pihak ketiga atau komite khusus.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor











