Australia Usulkan Pembatasan Leverage Derivatif Kripto bagi Investor Ritel

Otoritas jasa keuangan Australia, Australian Securities and Investments Commission (ASIC), baru saja mengusulkan penerapan batas leverage dan perlindungan saldo negatif untuk produk derivatif yang diselesaikan dengan aset kripto.
Langkah ini bertujuan memperluas aturan ketat yang selama ini berlaku bagi kontrak selisih nilai atau contracts for difference (CFD). Melalui instrumen ini, pelaku pasar dapat berspekulasi mengenai pergerakan harga aset tanpa perlu memiliki aset dasar tersebut secara fisik.
Regulator ingin mencakup kontrak yang diselesaikan dengan transfer aset digital secara langsung. Ketentuan ini juga menyasar kontrak yang melacak nilai aset non-kripto, asalkan instrumen tersebut memenuhi kriteria teknis sebagai CFD.
Pihak ASIC menegaskan bahwa tidak semua instrumen keuangan akan terkena aturan ini. Beberapa produk derivatif kripto, seperti kontrak berjangka atau opsi yang memiliki tanggal kedaluwarsa tetap, akan tetap berada di luar cakupan regulasi CFD tersebut.
Kerangka kerja Australia saat ini, yang telah diimplementasikan sejak tahun 2021, mewajibkan penyedia jasa keuangan untuk menutup posisi perdagangan secara otomatis jika saldo akun nasabah turun di bawah ambang batas tertentu. Perlindungan saldo negatif juga menjamin kerugian investor tidak melebihi modal yang tersimpan di akun perdagangan mereka.
Langkah preventif ini diambil guna menekan risiko volatilitas tinggi yang sering terjadi pada aset digital. Pasar kripto memang dikenal memiliki fluktuasi tajam yang dapat merugikan investor ritel jika tidak dibatasi oleh regulasi yang memadai.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor














