Dompet Bitcoin Era Satoshi Berusia 16 Tahun Bergeser, Nilainya Capai Rp131 Miliar

Sebuah dompet digital yang menyimpan 100,02 Bitcoin dari era Satoshi kembali aktif setelah tidak tersentuh selama 16 tahun. Aset kripto tersebut berpindah pada Rabu waktu setempat dengan nilai pasar mencapai USD 8,3 juta atau sekitar Rp131 miliar.
Koin-koin ini pertama kali ditambang pada Juli 2010. Saat itu, nilai total 100,02 Bitcoin tersebut hanya sekitar USD 29 atau tidak lebih dari Rp500.000 jika mengacu pada kurs saat ini.
Transaksi ini tercatat dalam blok 970.379 melalui jaringan publik Bitcoin. Pemilik aset tersebut memindahkan dananya ke dua alamat dompet baru dengan rincian 10 Bitcoin dan 90,02 Bitcoin.
Biaya transaksi yang dikeluarkan pemilik dompet tergolong sangat murah. Mereka hanya membayar biaya sebesar 1.467 satoshi, unit terkecil Bitcoin yang setara dengan seperseratus juta bagian, atau sekitar Rp19.000 untuk memindahkan aset senilai lebih dari seratus miliar rupiah.
Alamat tujuan yang digunakan merupakan format modern yang dikenal sebagai bc1q. Format alamat ini belum tersedia ketika koin-koin tersebut pertama kali ditambang pada 2010 silam.
Perpindahan aset dalam dunia kripto tidak selalu berarti penjualan. Hingga Kamis, dana tersebut masih mengendap di alamat baru dan belum menunjukkan tanda-tanda akan dijual ke bursa kripto.
Tahun 2010 merupakan periode bersejarah bagi perkembangan aset kripto. Pada tahun tersebut, seorang pemrogram di Florida bernama Laszlo Hanyecz mencatatkan sejarah dengan membeli dua loyang piza seharga 10.000 Bitcoin.
Saat ini, imbalan bagi penambang Bitcoin telah berkurang drastis karena adanya peristiwa halving yang terjadi empat tahun sekali. Penambang hari ini hanya mendapatkan satu perenam belas dari jumlah koin yang didapatkan penambang pada 2010.
Data dari Galaxy menunjukkan bahwa koin spesifik ini belum pernah berpindah sejak 2010. Dompet tersebut memang sempat melakukan transaksi di tahun 2015 hingga 2018, namun transaksi tersebut melibatkan koin lain yang masuk ke alamat yang sama.
Fenomena kebangkitan dompet lama atau sering disebut whale dari era Satoshi kini semakin sering terjadi. Pada Februari 2025, aset sebesar 50 Bitcoin juga bergerak setelah tertidur selama 15 tahun.
Analisis blockchain terus memantau pergerakan aset-aset tua ini untuk melihat adanya indikasi likuidasi pasar. Sejauh ini, pergerakan dompet tua sering kali disebabkan oleh pemindahan aset ke dompet penyimpanan yang lebih aman.
Para pelaku pasar tetap memantau situasi ini dengan cermat. Meskipun pergerakan aset dalam jumlah besar sering memicu kekhawatiran akan aksi jual massal, fakta bahwa dana tersebut belum berpindah ke bursa memberikan ketenangan bagi investor.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor












