Komite Politik Kripto Gelontorkan Rp42 Miliar untuk Pemilu Amerika Serikat

Menjelang pemilihan paruh waktu Amerika Serikat, pengaruh industri aset digital dalam kancah politik domestik semakin menguat.
Sebuah komite aksi politik atau Political Action Committee (PAC) yang terafiliasi dengan organisasi Fairshake baru saja melaporkan pengeluaran dana sebesar USD 2,7 juta, atau setara dengan Rp42,3 miliar, untuk mendukung kandidat yang pro-kripto dalam pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tahun 2026.
Dana tersebut disalurkan melalui dua entitas, yaitu Defend American Jobs dan Protect Progress. Anggaran ini digunakan untuk biaya media dan surat langsung guna memenangkan kandidat dari Partai Demokrat maupun Partai Republik. Sebagai informasi, PAC di Amerika Serikat merupakan badan hukum yang mengumpulkan dana dari berbagai pihak untuk mendukung atau menentang kandidat politik tertentu dalam pemilu.
Laporan yang diajukan ke Federal Election Commission (FEC) menunjukkan alokasi dana yang cukup besar bagi tokoh-tokoh penting di parlemen. Sejumlah nama yang menerima dukungan finansial mencakup House Majority Whip Tom Emmer dengan nilai sekitar USD 76.000 atau Rp1,19 miliar, serta Ketua Komite Pertanian DPR Glenn Thompson sebesar USD 73.000 atau Rp1,14 miliar.
Anggota DPR dari California, Pete Aguilar, tercatat menerima dukungan dana sebesar USD 512.000 atau Rp8,02 miliar. Sementara itu, Josh Gottheimer dari New Jersey mendapatkan dukungan serupa senilai USD 500.000 atau Rp7,84 miliar.
Aktivitas ini dilakukan hanya beberapa hari setelah Fairshake mengumumkan rencana dukungan bagi 32 kandidat DPR lainnya. Dalam skema tersebut, enam kandidat di antaranya dijanjikan menerima dukungan media masing-masing sebesar USD 1 juta atau Rp15,6 miliar.
Strategi besar ini didukung oleh pundi-pundi yang sangat tebal. Hingga Agustus lalu, juru bicara Fairshake mengonfirmasi bahwa mereka memiliki kas sebesar USD 122 juta atau Rp1,9 triliun. Dana ini dipersiapkan untuk memenangkan kandidat yang dianggap ramah terhadap regulasi industri aset digital di Kongres.
Salah satu target utama mereka adalah menekan kandidat yang kontra terhadap industri ini, seperti mantan ketua komite perbankan Sherrod Brown. Mereka mengalokasikan setidaknya USD 30 juta atau Rp470 miliar khusus untuk kampanye media guna melawan Brown di pemilihan Senat Ohio.
Seluruh penerima dana dari Fairshake diketahui memberikan suara mendukung Digital Asset Market Clarity (CLARITY) Act pada tahun 2025. Undang-undang tersebut bertujuan merancang aturan pasar untuk industri kripto serta memperkuat kewenangan Commodity Futures Trading Commission sebagai regulator komoditas federal.
Meskipun RUU tersebut sempat lolos di DPR dengan dukungan bipartisan, perjalanannya terhambat setelah gagal melewati pemungutan suara prosedural di Senat pada September lalu. Kegagalan ini memicu peringatan dari pihak industri kripto bahwa kandidat yang menghambat regulasi akan menghadapi konsekuensi politik pada pemilu mendatang.
Inisiatif Stand With Crypto, yang dipelopori oleh Coinbase, kini aktif memobilisasi pemilih di Amerika Serikat untuk mendukung politisi berdasarkan catatan suara mereka. Mereka menilai pemilu kali ini menjadi momentum bagi industri kripto untuk memastikan regulasi yang lebih jelas di masa depan.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor














