Meta Rilis Model AI Muse Wonder, Tantang Dominasi OpenAI dan Anthropic

Meta resmi memperkenalkan dua model kecerdasan buatan terbarunya, Muse Wonder dan Muse Wonder Full, ke pasar teknologi global.
Mark Zuckerberg, salah satu pendiri Meta, mengeklaim bahwa inovasi ini merupakan langkah maju menuju perwujudan visi personal superintelligence. Konsep ini merujuk pada asisten AI yang dipersonalisasi untuk memahami kebutuhan individu secara mendalam.
Perusahaan yang bermarkas di California tersebut menyematkan dua kemampuan baru dalam model ini, yaitu Active Memory dan Active Focus. Active Memory berfungsi menyimpan informasi relevan di sepanjang percakapan pengguna, sementara Active Focus membantu model tetap konsisten menyelesaikan tugas-tugas rumit tanpa terdistraksi.
Kinerja model ini segera diuji oleh Artificial Analysis, platform evaluasi independen yang menilai kemampuan penalaran AI. Hasilnya menunjukkan Muse Wonder Full meraih skor 56, sedangkan versi standar Wonder memperoleh skor 52 dalam indeks kecerdasan mereka.
Sebagai perbandingan, skor 56 menempatkan Muse Wonder Full di atas Claude Fable 5.1 dan GPT-6 Astra yang masing-masing mencatatkan skor 53. Namun, model milik Meta tersebut masih berada di bawah Claude Opus 5.5 yang mengumpulkan skor 58.
Perdebatan mengenai validitas performa ini muncul dari kalangan pengamat industri.
Bindu Reddy, CEO dari firma Abacus.AI, meragukan klaim efektivitas model baru tersebut. Melalui akun media sosialnya, ia menyatakan bahwa kemampuan Muse Wonder saat ini belum setara dengan model Fable atau Astra.
Dari sisi biaya operasional, Meta menerapkan skema harga yang cukup kompetitif untuk model standarnya. Pengguna dikenakan biaya sebesar USD 4 (sekitar Rp64.000) per satu juta token input. Angka ini setara dengan biaya Claude Opus 5.5, namun jauh lebih murah dibandingkan GPT-6 Astra seharga USD 10 (sekitar Rp160.000) dan Claude Fable 5.1 yang mencapai USD 50 (sekitar Rp800.000).
Akses menuju versi Muse Wonder Full bersifat eksklusif bagi pelanggan layanan berbayar. Pengguna harus terdaftar dalam paket Muse Code, dengan pilihan biaya langganan bulanan sebesar USD 50 (sekitar Rp800.000) untuk penggunaan daya menengah atau USD 200 (sekitar Rp3,2 juta) untuk paket penggunaan maksimal.
Langkah agresif Meta ini memperlihatkan intensitas persaingan di industri AI yang terus berkembang pesat. Perusahaan kini berusaha keras meyakinkan publik bahwa teknologi mereka memiliki keunggulan fungsional yang nyata di tengah dominasi pemain besar seperti OpenAI dan Anthropic.
Penerapan AI dalam kegiatan harian kini menjadi medan tempur utama bagi perusahaan teknologi raksasa dunia. Keberhasilan fitur memori dan fokus yang ditawarkan Meta akan menjadi penentu apakah teknologi ini benar-benar memberikan nilai tambah bagi pengguna profesional atau sekadar tren sesaat.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor











