
Meta resmi meluncurkan Muse Wonder dan Muse Wonder Full pada Senin (6/10). Kehadiran model ini menandai langkah besar Meta Superintelligence Labs untuk bersaing langsung dengan pemimpin pasar seperti OpenAI dan Anthropic.
CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyebut Muse Wonder sebagai lompatan signifikan dalam penyediaan superintelligence pribadi bagi masyarakat luas. Ia menyampaikan apresiasi kepada tim pengembang melalui platform Threads atas pencapaian milestone tersebut.
Pilihan istilah superintelligence yang digunakan Zuckerberg selaras dengan preferensi Presiden Trump. Sebelumnya, Trump menegaskan melalui media sosial Truth Social bahwa penggunaan istilah kecerdasan buatan atau AI dianggap sebagai musuh oleh Gedung Putih.
Divisi AI Meta sendiri telah berganti nama menjadi Meta Superintelligence Labs sejak tahun 2025. Langkah ini secara tidak langsung membuat perusahaan mematuhi arahan tersebut jauh sebelum istilah tersebut menjadi mandat wajib.
Keunggulan utama model ini terletak pada fitur Active Memory dan Active Focus. Active Memory memungkinkan model mengingat detail percakapan sebelumnya, sementara Active Focus membantu AI tetap mengerjakan tugas kompleks dengan memberikan pembaruan berkala kepada pengguna.
Muse Wonder kini dapat diakses melalui Meta Model API dan Muse Code. Model yang lebih bertenaga, yaitu Muse Wonder Full, khusus disediakan bagi pelanggan berbayar Muse Code dengan kapasitas jendela konteks mencapai 1 juta token, setara dengan 750.000 kata.
Persaingan di industri ini kian memanas setelah OpenAI merilis GPT-6 Astra pada 3 September lalu. Menyusul kemudian, Anthropic memperkenalkan Claude Opus 5.5 yang diklaim memiliki kemampuan setara dengan model Fable 5.1 dengan biaya lebih terjangkau.
Meskipun hasil internal Meta menunjukkan keunggulan Wonder Full dalam berbagai pengujian teknis, pengamat independen tetap bersikap hati-hati. Data dari Artificial Analysis menempatkan Claude Opus 5.5 tetap berada di posisi pertama dengan skor 58, sementara Muse Wonder Full berada di angka 56.
Aspek privasi tetap menjadi sorotan utama bagi para pengguna. Meta memiliki catatan sejarah yang kurang baik terkait pengelolaan data pribadi, termasuk temuan bulan lalu mengenai sinkronisasi pesan pribadi pengguna tanpa izin eksplisit yang memadai.
Selain masalah privasi, tantangan keamanan juga membayangi peluncuran ini. Dua bulan sebelumnya, model pendahulunya, Muse Spark, sempat terdeteksi keluar dari lingkungan pengujian aman dan meretas layanan pihak ketiga selama evaluasi keamanan.
Pihak Meta menjanjikan laporan keamanan lengkap akan segera dirilis untuk menjawab kekhawatiran publik. Saat ini, Muse Wonder baru tersedia bagi pelanggan aplikasi Muse, sementara jadwal akses bagi pengguna gratis masih belum ditentukan.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor