Analisis Bitwise: Kinerja Kuartal Ketiga Sinyal Awal Musim Semi Kripto

Kuartal ketiga tahun ini mencatatkan lonjakan fundamental yang signifikan dalam ekosistem aset digital global.
Kepala Pejabat Investasi Bitwise, Matt Hougan, menyatakan kuartal ketiga bisa jadi merupakan salah satu periode terbaik dalam sejarah aset kripto. Ia menilai pemulihan harga yang tajam serta meningkatnya aktivitas pasar on-chain menjadi indikator kuat dimulainya fase yang ia sebut sebagai musim semi kripto.
Dalam tinjauan pasar kuartalan yang dirilis Kamis lalu, Bitwise melaporkan kenaikan 46,4 persen pada indeks aset kripto berkapitalisasi besar. Kinerja positif ini turut didorong oleh aliran dana masuk ke produk reksa dana Bitcoin atau spot Bitcoin ETF di Amerika Serikat sebesar USD 6 miliar, setara dengan Rp94,2 triliun.
Peningkatan ini tidak hanya terbatas pada pergerakan harga aset semata. Nilai ekuitas yang ditokenisasi naik sebesar 65,5 persen hingga menyentuh angka USD 3,2 miliar, atau sekitar Rp50,2 triliun.
Di sisi lain, minat terbuka pada kontrak berjangka perpetual terdesentralisasi mencetak rekor baru mendekati USD 26 miliar, atau sekitar Rp408,2 triliun. Kontrak perpetual sendiri merupakan instrumen turunan kripto yang memungkinkan trader berspekulasi pada harga aset tanpa tanggal kedaluwarsa.
Hougan menekankan bahwa hampir seluruh grafik indikator yang dilacak oleh perusahaan menunjukkan tren kenaikan yang tajam. Pergeseran momentum ini menjadi pembeda utama dibandingkan kondisi tiga bulan sebelumnya ketika pelaku pasar berada dalam bayang-bayang pesimisme.
Data Bitwise menunjukkan Bitcoin mencatatkan kenaikan 42,3 persen selama kuartal ketiga. Sementara itu, Ether dan Solana masing-masing mencatat pertumbuhan sebesar 69,1 persen dan 59,2 persen.
Pencapaian luar biasa juga diraih oleh Chainlink, yang memimpin performa dengan kenaikan mencapai 97,6 persen. Semua aset dalam indeks kapitalisasi besar milik Bitwise kompak membukukan kenaikan dua digit selama periode tersebut.
Meski demikian, pemulihan ini belum merata ke seluruh sektor industri kripto. Saham perusahaan penambangan Bitcoin seperti Riot Platforms dan Hut 8 justru mengalami tekanan dengan penurunan masing-masing sebesar 26,4 persen dan 25,4 persen.
Perusahaan riset pasar lainnya, CryptoQuant, sebelumnya mengonfirmasi bahwa indikator teknikal dan on-chain telah menunjukkan tanda-tanda pasar bullish baru bagi Bitcoin. Namun, analis dari Bitget, Ryan Lee, berpendapat bahwa masih diperlukan lebih banyak data untuk memastikan titik terendah dari siklus pasar ini.
Bitwise optimistis menatap kuartal keempat tahun ini dengan menaruh harapan pada regulasi Komisi Sekuritas dan Bursa atau SEC. Mereka memproyeksikan pengecualian inovasi SEC akan menarik miliaran dolar aset lain ke dalam jaringan blockchain.
Perusahaan memprediksi proses tokenisasi akan bergeser dari sekadar tahap uji coba ke implementasi produksi massal. Jaringan blockchain seperti Ethereum, Solana, dan NEAR diperkirakan akan menjadi infrastruktur utama bagi pergerakan aset tersebut di masa mendatang.
Pasar kontrak berjangka juga diproyeksikan akan semakin agresif pertumbuhannya. Setelah mencatatkan volume perdagangan lebih dari USD 6 triliun, atau sekitar Rp94,2 kuadriliun sepanjang tahun berjalan, keterlibatan investor dari Amerika Serikat diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor






:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348210/original/010651100_1789390764-carrick.jpg)



