Peretas Korea Utara Jual Puluhan Juta Dolar Bitcoin di Hyperliquid Saat Trump Dorong Regulasi Domestik

Kelompok peretas Lazarus yang disponsori oleh Korea Utara dilaporkan telah menjual Bitcoin senilai lebih dari USD 30 juta (sekitar Rp486 miliar) di platform perdagangan terdesentralisasi, Hyperliquid, hanya dalam tiga minggu terakhir. Aktivitas mencurigakan ini terungkap melalui data blockchain yang ditinjau oleh CoinDesk, terjadi di tengah seruan mantan Presiden Donald Trump untuk mendorong platform kripto agar beroperasi di bawah regulasi domestik Amerika Serikat.
Transaski besar yang dilakukan oleh dompet-dompet yang terkait dengan Lazarus Group ini menyoroti tantangan berkelanjutan dalam upaya memerangi pendanaan ilegal melalui aset digital. Kelompok peretas tersebut, yang dikenal luas karena operasinya yang canggih, sering menggunakan dana curian untuk mendukung program pengembangan senjata pemusnah massal (WMD) rezim Pyongyang.
Lazarus Group bukan pemain baru dalam dunia kejahatan siber berbasis kripto.
Mereka bertanggung jawab atas beberapa peretasan kripto terbesar dalam sejarah, termasuk pencurian lebih dari USD 600 juta dari jembatan Ronin Network pada tahun 2022 dan sekitar USD 100 juta dari Harmony Horizon Bridge di tahun yang sama. Aksi mereka secara konsisten menguji batas-batas sistem keamanan dan pelacakan aset digital.
Hyperliquid sendiri merupakan bursa derivatif terdesentralisasi, yang memungkinkan perdagangan aset kripto tanpa perantara sentral. Sifat terdesentralisasi ini seringkali membuatnya lebih sulit untuk menerapkan prosedur kenali pelanggan Anda (KYC) atau anti-pencucian uang (AML) yang ketat, menjadikannya pilihan menarik bagi entitas yang berusaha menghindari sanksi internasional.
Pemantauan data blockchain telah menjadi alat krusial bagi analis untuk melacak pergerakan dana ilegal.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor













